Pasukan Elite AL Siaga Misi Pembebasan Sandera di Filipina
Kamis, 31 Maret 2016 - 13:16 WIB
Sumber :
- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
VoxPop.co.di - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Ade Supandi, menyatakan bahwa semua kekuatan militer di bawah komandonya sudah dalam posisi siap bergerak untuk membebaskan sepuluh warga Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.
Ade Supandi menyebut telah menyiagakan sejumlah pasukan elite dan beberapa kapal perang dalam operasi pembebasan para sandera, yang semua adalah awak kapal tugboat dan kapal tongkang pengangkut batu bara itu. Dia menyebut satu pasukan paling elite yang dimiliki TNI AL, yakni Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).
Tetapi, kata Ade Supandi, semua pasukan dan pengerahan kapal perang belum mendapat perintah dari Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.
"Semuanya akan diatur Panglima TNI, termasuk konsep misi pembebasan yang sudah direncanakan Panglima. Kita (TNI AL) hanya siap menjalankan perintah,” kata KSAL kepada wartawan saat menghadiri sebuah seminar di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis, 31 Maret 2016.
“Sejauh ini,” Ade Supandi menambahkan, “komunikasi dengan Menlu, Kapolri dan Panglima TNI sudah berjalan. Kita tinggal menerima perintah.”
Dia tidak merinci berapa jumlah kapal perang dan personel Denjaka yang akan dilibatkan dalam misi pembebasan sandera itu. Hal yang penting adalah semua sudah direncanakan Panglima TNI, sementara Angkatan Laut siap menjalankan misi itu.
"Kalau soal strategi dan jumlah personel maupun peralatan tempur yang dikirim itu, kan, rahasia, enggak mungkin diceritakan. Intinya kami TNI AL siap dengan tugas jika diperintahkan Panglima TNI," ujar Ade.
Denjaka
Denjaka adalah satuan gabungan personel Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang merupakan bagian Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Anggota Denjaka dididik dalam suatu pendidikan yang disebut Penanggulangan Teror Aspek Laut, yang memang dikhususkan untuk satuan antiteror walau mereka juga bisa dioperasikan di mana saja, terutama antiteror aspek laut.
Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin (operasi rahasia) aspek laut.
Pola rekrutmen Denjaka dimulai sejak pendidikan para dan komando. Selangkah sebelum masuk ke Denjaka, prajurit terpilih mesti sudah berkualifikasi Intai Amfibi. Satuan khusus itu dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut maupun lewat udara.
Halaman Selanjutnya
