Di Medan, BPOM Temukan Obat Tetanus Palsu

Seorang tenaga medis menunjukkan vaksin campak
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VoxPop.co.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan, Sumatera Utara menemukan obat anti tetanus dengan modus mengganti label kemasan dengan obat alergi. Setidaknya, tindak pemalsuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 dan tersebar di sejumlah daerah.

img_title Virus Corona Bikin Peredaran Obat-obatan dan Alat Medis Palsu Melonjak

Menurut Kepala BBPOM, Ali Bata Harahap, sebaran obat tetanus palsu ini telah ditemukan di tiga daerah yakni Kota Medan, Binjai dan Kabupaten Padang Lawas. Para pelaku menjualnya dengan harga Rp120 ribu lebih murah Rp30 ribu dari obat anti tetanus asli.

Dari pengungkapan, diketahui ara pelaku hanya menggunakan modal Rp2 ribu untuk pembelian obat alergi. Lalu, label kemasannya diubah dengan tulisan anti tetanus. "Kami mengungkap kasus ini dengan cara petugas menyamar menjadi pembeli. Para pelaku memasarkannya ke sejumlah apotek," kata Ali, Rabu, 29 Juni 2016.

img_title Virus Corona Picu Pesatnya Peredaran Obat-obatan dan Alat Medis Palsu

Sejauh ini, kasus pemalsuan obat anti tetanus ini telah mengamankan empat orang pelaku. Seluruhnya telah diserahkan ke Kejaksaan dan telah dinyatakan siap untuk disidangkan.

Sadath Ardiansyah/Sumatera Utara

img_title Strategi BPOM Tangkal Peredaran Obat Palsu
Ilustrasi obat-obatan.

Wamenkes Vietnam Diduga Terlibat Perdagangan Obat Palsu

Kepolisian Vietnam menuntut wakil menteri kesehatan lantaran diduga terlibat dalam jaringan perdagangan obat palsu.

img_title
VoxPop.co.id
5 November 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut