Kasus Siswa Pemukul Guru di Makassar Masuk Meja Hijau

Unjuk rasa mengecam penganiayaan terhadap guru di Makassar, Sulawesi Selatan, kamis (11/8/2016)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/ Sahrul Alim

VoxPop.co.id – Berkas perkara MA (16), tersangka penganiaya guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Makassar, Dasrul (52), dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Makassar, Senin, 29 Agustus 2016.

img_title Kuasa Hukum Budi Ajukan Kontra Memori Lawan 'Kengototan' Jaksa Terkait Putusan PN Jakut

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dedy Suwardi Surachman, berkas siswa kelas dua SMKN 2 Makassar itu telah lengkap dan siap disidangkan.

"Pelimpahan berkas perkara dilakukan agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum. Berkas sengaja dipercepat karena tersangka  masih dibawah umur," kata Dedy, Senin.

img_title KPK Ungkap Penerimaan Uang Rp 2,5 Miliar ke Wakil Ketua PN Depok Modus Baru Korupsi

Dedy mengaku belum bisa memastikan jadwal persidangan tersangka MA. "Itu semua wewenang dari pihak Pengadilan. Kami dari Kejaksaan tinggal menunggu kepastianya," katanya.

Peristiwa peganiayaan terhadap guru arsitektur bernama Dasrul ini terjadi Rabu, 10 Agustus 2016. Awalnya, Dasrul mengusir MA dari kelas karena tidak membawa alat dan buku saat mata pelajaran teknik menggambar.

img_title Tiga Orang Disebut Diamankan dalam OTT KPK di PN Depok: Ketua, Wakil dan Juru Sita

Tak terima diusir keluar kelas MA sempat menendang pintu kelas dan mengeluarkan kata kasar kepada guru. Hingga akhirnya MA dipukul di bagian wajah oleh Dasrul.

Orang tua MA, Adnan Ahmad kemudian datang menemui Dasrul usai menerima telepon anaknya karena dipukul dan dikeluarkan dari kelas oleh Dasrul. Tanpa pikir panjang Adnan dan MA langsung menonjok hidung Dasrul hingga berdarah.

Keduanya ditetapkan melanggar pasal 351 juncto 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman tujuh tahun penjara. Sementara itu, berkas tersangka Adnan masih berproses di penyidik Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar Makassar. (ase)

Ilustrasi jaksa.

Kuasa Hukum Budi Desak Presiden dan Komisi III Periksa Jaksa yang Tak Patuh Putusan Sela PN Jakut

Majelis Hakim mengabulkan eksepsi kuasa hukum karena perkara dinilai telah kedaluwarsa, sehingga pemeriksaan pokok perkara dihentikan dan Budi berhak segera bebas.

img_title
VoxPop.co.id
26 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut