Sosok Terduga Teroris Jaringan Filipina di Mata Keluarga
- VoxPop.co.id/Andri Mardiansyah
Kini, kata Yusri, ia kembali merasa kehilangan satu orang putra kesayangan, setelah sebelumnya, putra keduanya meninggal dunia akibat sakit. Tak banyak yang diharapkan Yusri atas keterlibatan anaknya itu. Semua ia serahkan kepada Allah.
Amirwan Yasmi menuturkan, sebagai kepala Jorong Batunanggai, ia menilai sosok Ikhwan pemuda yang baik. Ia ramah dan pandai bergaul dengan teman sebaya. Ikhwan juga sering menghabiskan waktu di keramba jaring apung. "Ia rajin membantu orang tuanya," ujarnya.
Terlepas dugaan keterlibatan Ikhwan sebagai teroris, Amirwan berharap publik tak memojokkan keluarga. Karena mereka sama sekali tidak mengetahui hal itu. Jika ada yang bertanya langsung, terutama kepada sang ayah, Amirwan meminta agar tidak memberikan pertanyaan yang dapat menambah beban psikologis, apalagi melihat kondisi Yusri masih sakit dan terpukul.
Informasi yang diterima Mabes Polri dari juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla, masih ada enam warga Indonesia yang bergabung dengan milisi Maute. Mereka sudah berafiliasi dengan ISIS dan menjadi buronan aparat Filipina.
Mabes Polri juga menerima informasi bahwa satu warga Indonesia, yakni Muhammad Ilham Syahputra, tewas dalam pertempuran di Marawi beberapa waktu lalu.
Berikut ini identitas enam warga Indonesia yang menjadi buronan militer Filipina:
1. Al Ikhwan Yushel, lahir di Palembayan, Sumatera Barat, pada 1 November 1991. Dia tiba di Filipina pada akhir Maret 2017.
2. Yayat Hidayat Tarli, lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 25 April 1986. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi.
3. Anggara Suprayogi, lahir di Tangerang, Banten, pada 26 Desember 1984. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli.
4. Yoki Pratama Windyarto, lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah, 17 September 1995. Dia tiba di Manila pada 3 Maret 2017.
5. M Jaelani Firdaus. Dia tiba di Manila pada 21 Februari 2017. Dia datang bersama M Gufron.
6. M Gufron. Tiba di Manila pada 21 Februari bersama M Jaelani Firdaus.
