OTT KPK: Mahkamah Agung Akui, Golkar Masih Konfirmasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sumber :
  • Antara

VoxPop.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan pada Sabtu dinihari, 7 Oktober 2017. OTT KPK yang dilakukan kali ini menjerat aparat penegak hukum, yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Manado dan politisi Partai Golkar.

img_title Daftar Pelanggaran 121 Hakim yang Kena Sanksi: Terima Suap, Judi Online hingga Selingkuh

Juru Bicara Mahkamah Agung, Suhadi, membenarkan OTT yang dilakukan KPK terhadap jajarannya di Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara.

"Ya, kalau menurut informasi awal Ketua Pengadilan Tinggi Manado," kata Suhadi ketika dikonfirmasi. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan sepenuhnya informasi tersebut siapa saja yang diamankan dalam OTT itu.

img_title Masih Ingat Artidjo Alkostar? Sosok Hakim Agung yang Paling Ditakuti Para Koruptor Indonesia

"Masih dicek kebenarannya. Kasusnya pun belum jelas," ujar dia.

Sementara itu, Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah menambahkan, pihaknya masih mendalami informasi soal OTT KPK tersebut.

img_title Mahkamah Agung Batalkan Perintah Trump Batasi Kewarganegaraan yang Lahir di AS

Mahkamah Agung juga akan membuat pernyataan setelah semua informasi resmi diterima dari KPK.

"Sekarang ini kita masih memastikan dulu, saya belum tahu. Info KPK belum pasti, nanti kalau sudah oke saya sampaikan. Nanti malam kan KPK konpers," ujar Abdullah.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I DPP Partai Golkar, Bobby Adhitio Rizaldi mengatakan masih mengkonfirmasi kebenaran adanya kader Golkar yang terkena operasi tangkap tangan KPK.

"Saya juga masih konfirmasi apakah itu dari fraksi partai Golkar. Saya baru baca saya belum tahu apakah itu benar AAM atau bukan," kata Bobby di Jakarta.

Ia pun juga belum mendapatkan informasi dari DPP Golkar. Sehingga ia masih akan terus mengeceknya. Kalau benar terjadi, ia sangat menyesalkannya.

"Kalau itu benar kemarin kita baru naik haji sama-sama. Jadi saya cek dulu apa benar. Kalau benar kita no comment deh. Saya berharap ini semoga tidak terulang lagi," kata Bobby.

Menurutnya, saat ini memang tahun politik. Sehingga partai bekerja untuk meningkatkan elektabilitas. Persoalan seperti ini dinilai memang sangat berpengaruh terhadap elektabilitas.

"Terhadap hal-hal yang sifatnya seperti tadi OTT atau pun pelanggaran pelanggaran saya berharap kiranya itu benar supaya apalagi kader-kader muda untuk tak terlibat lagi," kata Bobby.

Sebelumnya, KPK dikabarkan menangkap Ketua Pengadilan Tinggi Manado berinisial S dan anggota DPR Fraksi Golkar berinisial AAM.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut