Hasil Survei Indikator dan SMRC Beda Jauh soal Pilgub Jateng, Persepi Diminta Tegas
- Istimewa
Kemudian, Poltracking Indonesia di periode survei yang sama melaporkan elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono di angka 51,6 persen, Pramono-Rano 36,4 persen dan Dharma-Kun di angka 3,9 persen.
Lantaran, perbedaan hasil survei, LSI dan Poltracking dalam waktu singkat dipanggil oleh dewan etik yang dikomandoi oleh Saiful Mujani. Anggota Dewan Etik Persepi yang dimotori Saiful Mujani kemudian menjatuhkan sanksi kepada Poltracking karena mengeluarkan hasil berbeda dari LSI.
Maka itu, Prof Kacung menyatakan Persepi jangan tumpul ketika dihadapkan dengan lembaga survei yang dibina oleh anggota dewan etik Saiful Mujani yakni SMRC. Menurut dia, akan mengundang kebingungan di mata publik terkait kredibilitas Persepi jika tidak memanggil SMRC dan Indikator terkait perbedaan hasil survei di Pilgub Jateng.
“Ya menurut saya harus fair dong, harus fair kepada anggota ya kalau ada datanya tinggal di ekspos aja datanya ada atau ngganya, bener atau engganya,” ujar Prof Kacung.
Dia bilang hal itu bisa memunculkan prasangka baru karena polemik perbedaan hasil survei.
“Ya jangan sampai di satu daerah turun tapi di daerah lain tidak turun. Itu kan bisa melahirkan prasangka baru. Kalau memang organisasi memanggil itu kan ya harus sama sama,” tutur Prof Kacung.
