5 Alasan Hong Kong Bisa Bikin Bisnis RI-China Makin Untung

Kawasan wisata The Peak, Hong Kong.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VoxPop – Dalam kunjungan ke Hong Kong untuk bertemu dengan para pelaku bisnis dan investor beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mempromosikan sejumlah proyek  yang sedang dibangun pemerintah saat ini. 

img_title Rosan Ungkap Separuh Investasi RI Kuartal II 2026 Berasal dari Asing, Tembus Rp257,7 Triliun

Di antaranya adalah proyek listrik 35 gigawatt, jalan tol sepanjang 1.000 km, rel kereta api sepanjang 3.258 km, pembangunan 15 bandara baru dan 10 pengembangan bandara yang sudah ada, serta pembangunan dan pengembangan 24 pelabuhan.

Di sisi lain salah satu mitra erat Indonesia, Tiongkok juga memiliki Belt and Road Initiative yang telah diluncurkan pada 2013,   Kebijakan ini pum membuka kemungkinan Indonesia mendapatkan pendanaan dari China, 

img_title Prabowo: Saya Tak Takut Jokowi, Beliau Punya Banyak Prestasi yang Harus Diakui

Inisiatif Belt and Road ini pun ini merupakan agenda pembangunan jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas. Khususnya di bidang infrastruktur, sumber daya, pembangunan, kerja sama industri, integrasi finansial, dan sektor-sektor lain di negara-negara yang masuk dalam rencana besar Belt and Road Initiative ini. 

Dikutip dari keterangan pers Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Jumat 20 April 2018, Hong Kong dinilai memainkan peran penting untuk menghubungkan Tiongkok, Indonesia, dan negara-negara ASEAN lainnya. 

img_title Rosan Pede Peran Strategis RI di ASEAN Bisa Rebut Arus Investasi Asing Berkualitas

Lebih lanjut, ada 5 alasan mengapa Hong Kong berperan penting sebagai fasilitator kerja sama bisnis antara Indonesia dan Tiongkok

1. Lebih dari 60 persen foreign direct investment (FDI) atau investasi ke luar negeri Tiongkok disalurkan melalui Hong Kong. Di saat yang sama, Hong Kong juga bergerak sebagai perantara bagi 2/3 dari seluruh FDI yang mengalir ke Tiongkok.

2. Di bawah skema “Satu Negara, Dua Sistem”, Hong Kong memiliki arus bebas modal dan pelabuhan bebas-pajak, sistem hukum dan teknologi informatika (TI) yang efektif, serta lembaga keuangan kelas dunia. Karena itulah, investor dari Tiongkok bisa berinvestasi ke sektor-sektor strategis di Indonesia.

3. Hong Kong dapat menjadi fasilitator transfer teknologi dari Tiongkok ke Indonesia. Melalui Belt and Road Initiative, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa di Tiongkok seperti Tencent dan Alibaba telah mulai berinvestasi di Indonesia. 

Investasi ini akan mendorong adanya transfer teknologi dari Tiongkok ke Indonesia, di mana Hong Kong menjadi jembatan dalam hal pendanaan di antara kedua belah pihak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut