Begini Caranya agar Utang Kartu Kredit Tak Numpuk

Ilustrasi kartu kredit.
Sumber :
  • Pixabay

Uang yang diperoleh dari kerja freelance bisa digunakan untuk menambah pemasukan bulanan. Agar jumlah pemasukan semakin banyak, Anda bisa menjalankan dua pekerjaan sampingan sekaligus. Misalnya, bekerja sebagai admin di media sosial, sekaligus menulis artikel.

img_title Delapan Pekerjaan yang Bakal Digantikan Robot di Masa Depan

Mengingat kerja sampingan menguras waktu dan tenaga ekstra, sebaiknya imbangi dengan istirahat yang cukup. Selain itu, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta banyak minum air putih.

4. Mintalah kelonggaran kepada kreditur

img_title Tak Banyak yang Tahu, Ini Saat Tepat untuk Punya Asuransi Jiwa

Jika hidup dan mati di medan perang ditentukan oleh kerja sama tim, di dalam dunia keuangan ditentukan oleh kreditur. Jika kreditur tidak memberikan perpanjangan waktu pembayaran kartu kredit, bukan tidak mungkin harta benda Anda akan disita.

Cobalah untuk menghubungi kreditur tempat kartu kredit diterbitkan. Ceritakan kondisi finansial Anda yang sebenarnya dan mintalah kelonggaran pembayaran utang. Siapa tahu dengan cara ini kreditur bisa maklum, sehingga mereka mau memperpanjang masa pembayaran utang kartu kredit.

img_title Layanan Gaji Ini Bisa Bikin Karyawan Lupakan Istilah Tanggal Tua

Saat tanggal pembayaran jatuh tempo, Anda bisa membayarkan utang sesuai jumlah yang dijanjikan. Hindari menunda pembayaran agar kreditur mau memberikan perpanjangan waktu jika di kemudian hari Anda terlambat membayar lagi.

5. Sisihkan uang untuk dana darurat

Jangan menunggu uang gaji tersisa untuk menyediakan dana darurat. Selagi gaji baru cair, segera sisihkan untuk dimasukkan ke dalam anggaran dana darurat. Dana ini nantinya bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan yang bersifat darurat, misalnya tiba-tiba jatuh sakit atau ditimpa suatu musibah. 

Jika memang selama ini dana darurat tersebut belum pernah digunakan, ambil sebagian untuk membayar utang kartu kredit. Persentase dana darurat yang disisihkan sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi finansial Anda. 

Mengingat kondisi keuangan belum sepenuhnya pulih, Anda bisa menyisihkan 10 persen dari total gaji untuk dimasukkan ke rekening darurat. Intinya, penyisihan dana darurat tidak boleh sampai dilewatkan. Anggap dana darurat seperti tabungan agar Anda lebih semangat untuk menyisihkannya setiap bulan. 

6. Susun atau buat kembali rencana keuangan yang baru

Agar kondisi finansial tidak hancur, buatlah rencana keuangan yang baru dan pastinya berbeda dari rencana keuangan sebelumnya. Pada rancangan keuangan baru, sebaiknya kurangi pos-pos pengeluaran kurang penting, lalu alihkan uangnya untuk pos yang lebih penting. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut