Kuartal III 2019, Anak Usaha Maybank Indonesia Bukukan Kinerja Positif

Ilustrasi pembiayaan.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Persaingan industri pembiayaan atau multifinance di Indonesia semakin ketat. Karena itu, mereka harus berpikir lebih keras untuk menentukan strategi bisnisnya.

img_title BI Rate Naik, OJK Wanti-wanti Multifinance Perkuat Mitigasi Kredit

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai kinerja multifinance bahwa penyaluran pembiayaan hingga Juni 2019 mencapai Rp463,38 triliun, atau tumbuh 4,47 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp443,54 triliun.

Dari total angka tersebut, sebanyak 22 persen disalurkan untuk kendaraan roda dua, dan 41,6 persen untuk roda empat. Sisanya, disalurkan untuk barang konsumsi lain, barang produktif, barang infrastruktur, jasa serta piutang usaha.

img_title Kolaborasi Maybank dan Sinar Mas Buka Era Baru Investasi Syariah

Adapun total aset multifinance mengalami pertumbuhan sebesar 2,77 persen atau Rp513,2 triliun pada Juni 2019 dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp499,3 triliun.

Dalam menjalankan roda bisnis, multifinance sangat bergantung dari sumber pendanaan. Baik dari bank, investor dalam negeri maupun luar negeri.

img_title Anak Usaha Maybank Indonesia Percaya Diri Hadapi Dinamika Pasar 2026

Kesehatan laporan keuangan multifinance menjadi syarat mutlak jika ingin meraih sumber pendanaan dari eksternal. Hal ini disadari Direktur Utama WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar.

Lantaran menyadari beratnya tantangan industri pembiayaan, maka fokus dan strategi anak usaha Maybank Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas kinerja keuangan serta meningkatkan pertumbuhan bisnis melalui fundamental yang kuat dan inovasi digital.

"Kami telah melakukan pengembangan teknologi informasi lewat implementasi IT core system baru secara nasional di kuartal ketiga tahun ini. Selain itu juga sudah menerapkan mobile survey serta mobile collection. Semuanya ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis," kata Djaja di Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

Tak hanya itu saja. Untuk mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), WOM Finance telah meresmikan learning center sebagai wadah guna meningkatkan potensi dan kemampuan karyawan.

"Dengan inovasi kami tetap optimis dan konsisten menjalankan fokus dan strategi untuk pertumbuhan bisnis yang sehat dan stabil," jelasnya.

Lebih lanjut Djaja menerangkan, terkait pendanaan, WOM Finance telah mendapatkan fasilitas modal kerja baru dari PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp500 miliar dan Bank DBS Indonesia sebesar Rp150 miliar, keduanya pada Maret 2019.

Selain itu, Bank KEB Hana sebesar Rp250 miliar pada Mei, serta Bank Mandiri dan Bank Panin masing-masing sebesar Rp500 miliar dan Rp800 miliar, yang mana keduanya pada September 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut