Maskapai Penerbangan Qantas PHK 6.000 Karyawan

Qantas Airways Limited.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas, akan memberhentikan 6.000 orang karyawan dan mengistirahatkan 15.000 tenaga kerjanya agar bisa bertahan dari krisis yang disebabkan oleh virus corona atau COVID-19. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

CEO Qantas, Alan Joyce yang sempat mengklaim maskapai berada dalam posisi keuangan yang jauh lebih kuat daripada saingannya, kini menyampaikan perusahaan telah berusaha mengumpulkan modal baru, hingga penerbangan kembali dibuka seperti sediakala. 

Alan mengatakan kemungkinan krisis yang dihadapi saat ini akan memakan waktu yang cukup lama, bahkan penerbangan internasional paling tidak dilanjutkan sebelum bulan Juli tahun depan. Ia pun berharap pemerintah Australia dapat memperpanjang subsidi yang direncanakan berakhir pada bulan September. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Kami sedang melakukan diskusi yang baik dengan pemerintah tentang kemungkinan memperpanjang pemberi kerja, atau bentuk dukungan lain, bagi mereka yang berada di industri penerbangan yang akan mundur untuk waktu yang lama," kata Alan dikutip dari The Guardian, Kamis, 25 Juni 2020.

Alan juga mengatakan Qantas telah berbicara dengan pemerintah mengenai kemungkinan memperpanjang skema bantuan COVID-19 bagi para pekerja, termasuk staf Qantas.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

"Kami juga berbicara dengan pemerintah negara bagian mengenai pembukaan perbatasan mereka karena, begitu dibuka, kami dapat membuat lebih banyak orang kembali bekerja,"  katanya. 

Armada Qantas yang terdiri dari 12 pesawat jarak jauh Airbus A380, yang dapat mengangkut lebih dari 800 penumpang, akan disimpan dan tidak dioperasikan diperkirakan hingga tiga tahun ke depan. 

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan hilangnya ribuan pekerjaan di Qantas sangat memilukan. Sementara, Sekretaris nasional Serikat Pekerja Transportasi, Michael Kaine meminta Qantas dan Pemerintah Federal bertanggung jawab atas hilangnya pekerjaan ribuan orang Australia ini.

"CEO Qantas piawai melobi Canberra bila sesuai dengan agendanya, namun dia begitu gampangnya memecat orang," kata Michael.

"Qantas terburu-buru mengambil keputusan untuk memangkas ribuan pegawainya," sambungnya. 

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut