Tutup Pabrik Hingga PCR, Protokol Kesehatan Unilever Ditegaskan Ketat

Pabrik Unilever.
Sumber :
  • Repro video.

VoxPop – PT Unilever Indonesia Tbk bergerak cepat dalam menangani kasus karyawan yang positif Virus Corona di salah satu area pabrik di Cikarang, Bekasi. Koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi terus ditingkatkan.

img_title Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso menegaskan, kesehatan, keselamatan karyawan juga keamanan masyarakat di sekitar area pabrik saat ini adalah prioritas utama perusahaan.

Karena itu, Unilever telah melakukan berbagai langkah merespons kasus tersebut. Seperti menghentikan sementara operasional di gedung TBB untuk dilakukan pembersihan dan sterilisasi secara menyeluruh. Penutupan itu telah dilakukan sejak Jumat, 26 Juni 2020, hingga waktu yang akan ditentukan.

img_title COVID-19 di Jakarta Naik Lagi, Total Ada 365 Kasus

Kemudian, secara berkala berkomunikasi, berkoordinasi, dan melaporkan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Penelusuran internal secara mandiri sejak 26 Juni dan langsung melakukan tes PCR kepada karyawan pun dilakukan. Khususnya, yang diduga memiliki kontak langsung dan tidak langsung dengan para karyawan tersebut.

“Untuk lebih memastikan kondisi kesehatan karyawan, pada tanggal 29 Juni kami mewajibkan seluruh karyawan TBB menjalani PCR test,” ujar Sancoyo dikutip dari keterangannya Sabtu 4 Juni 2020.

img_title Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Naik Sejak November 2023

Sancoyo kembali menegaskan, dalam Gedung TBB, di mana terdapat kasus karyawan positif COVID-19, sudah terdapat sistem zonasi yang sangat ketat. Terdapat 9 pemisahan zona dan seluruh mobilitas di dalam Gedung hanya terbatas pada lingkup kerja masing-masing dan tidak diperkenankan untuk melintasi zona lainnya.

Agar penularan virus diminimalkan, lanjutnya, juga dilakukan pembatasan interaksi antar karyawan. Perusahaan pun sudah mewajibkan karyawan yang datang ke area pabrik untuk sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, melakukan cuci tangan rutin, juga rutin menggunakan hand sanitizer.

“Kami juga melakukan pembersihan secara berkala di fasilitas produksi dan area barang dan memisahkan pintu absen masuk antara TBB dengan pabrik lainnya, termasuk pemisahan kantin, klinik, toilet,” ujar Sancoyo.

Kemudian, untuk jam makan siang telah diatur sesuai dengan zona nya masing-masing.  Perusahaan juga memastikan tidak adanya interaksi pada saat pergantian shift, karena jalur keluar dan masuk yang berbeda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut