Anggaran Dipotong, BPS Manfaatkan Ketua RT untuk Sensus Penduduk

VoxPop – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tidak bisa menjalankan sensus penduduk secara penuh sesuai renana awal karena wabah virus corona (Covid-19). Selain itu juga karena pemangkasan anggaran. 

img_title Kantongi Daftar Industri yang Tolak Sensus Ekonomi, Kemenperin Wanti-wanti Ini

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, awalnya mekanisme sensus penduduk pada 2020 tidak hanya melalui mekanisme secara online, melainkan juga menggunakan mekanisme tatap muka, untuk mengoptimalkan data.

Namun, karena menyebarnya wabah virus itu di Indonesia sejak pertengahan Maret dan ditetapkannya kebijakam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), BPS belum bisa melanjutkan rancangan awal survei penduduk.

img_title BTN Gandng BPS Perkuat Berbasis Data Perluas Akses Kepemilikan Rumah

"Di awalnya memang kita merencanakan tatap muka terjun ke lapangan pada Mei 2020 tapi karena adanya Covid-19 kita rencanakan September. Tapi, karena kita enggak yakin apakah Covid-19 juga selesai pada September," katanya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu malam, 6 Mei 2020.

Di sisi lain, dia menekankan, dengan pemangkasan anggaran hingga 41 persen untuk menangani dampak Covid-19, BPS juga tidak lagi bisa melaksankan sensus secara tatap muka. Meski begitu, BPS akan memanfaatkan ketua RT di seluruh Indonesia.

img_title Kemendagri Gaspol Percepat Bedah 400 Ribu Rumah, Pemda Diminta Ajukan Data BSPS by Name by Address

"Ada efisiensi anggaran BPS 41 persen, maka tahun ini kita enggak lagi tatap muka, kita akan libatkan ketua RT seluruh Indonesia yang mencapai 1,2 juta untuk distribusikan survei itu ke masing-masing rumah tangga," ujarnya.

Untuk memastikan sensus itu terpenuhi secara optimal, Suhariyanto melanjutkan, pada 2021 ketika persoalan wabah Covid-19 selesai maka BPS akan melakukan sampling data untuk mengetauhi proyeksi jumlah teranyar penduduk Indonesia.

"Pada 2021 akan kita ambil sampel untuk membuat proyeksi penduduk Indonesia sampai 2020. Kemudian pada masa PSBB ini kita komitmen untuk tertibkan data strategis ini penting supaya kita bisa lihat seberapa besar dampak ekonominya," ujarnya.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut