Pertamina Keluar dari Daftar Fortune 500
- VoxPop / Renne
Hal serupa nyatanya juga dilakukan oleh CNPC melalui anak usahanya, PetroChina, yang memutuskan untuk melantai di dua bursa saham yakni di pasar modal Hong Kong (2001) dan Shanghai (2007).
Sehingga, baik Saudi Aramco dan PetroChina yang saat ini sudah menjadi perusahaan terbuka, memang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bisa memperoleh pendanaan langsung dari penjualan saham di pasar modal. Selain itu, status keduanya sebagai perusahaan publik memungkinkan sumber pendanaan lain bagi keduanya, seperti misalnya melalui penerbitan obligasi.
Karenanya, dengan kesempatan dan alternatif pendanaan yang peluangnya terbuka lebih lebar itu, Saudi Aramco dan PetroChina memang lebih berkesempatan dalam meningkatkan ekspansi bisnis guna mendulang laba yang lebih besar bagi perusahaan.
Hal itulah yang dinilai menjadi salah satu faktor besarnya peningkatan laba di kedua perusahaan minyak tersebut, sehingga peluang untuk masuk ke dalam 10 besar perusahaan di daftar Fortune 500 memang sangat terbuka lebar bagi keduanya.
Berikut adalah nama 10 perusahaan teratas beserta total pendapatannya, dalam daftar Fortune 500 tahun 2020 yang dilansir dari Fortune.com:
1. Walmart (US$523,96 miliar)
2. Sinopec Group (US$407 miliar)
3. State Grid (US$383,9 miliar)
4. China National Petroleum (US$379,13 miliar)
5. Royal Dutch Shell (US$352,10 miliar)
6. Saudi Aramco (US$329,78 miliar)
7. Volkswagen (US$282,76 miliar)
8. BP (US$282,61 miliar)
9. Amazon.com (US$280,52 miliar)
10. Toyota Motor (US$275,28 miliar)
