Perlu Tahu, Ini Beda Resesi karena Corona dengan Krisis Ekonomi
- dw
Jika krisis moneter berlangsung lama, dipastikannya akan diikuti dengan krisis ekonomi yang menyebabkan turunnya pendapatan masyarakat. Namun, jika krisis ekonomi yang terjadi terlebih dahulu, dia menegaskan, pasar keuangan belum tentu bergejolak hingga timbul krisis.
Akan tetapi, dia memastikan, keduanya memiliki dampak buruk yang akan langsung dirasakan masyarakat. Misalnya, melonjaknya utang perusahaan, terjadinya gagal bayar atau kebangkrutan hingga terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran.
"Utangnya mendadak banyak karena perbedaan nilai tukar akhirnya banyak perusahaan berdampak ke PHK dan sebagainya karena utangnya bengkak, dia enggak bisa bayar, default itu yang terjadi saat krisis 1997-1998," ujar Tauhid.
Obatnya vaksin
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi G Sadikin menegaskan, ancaman resesi yang menghantui Indonesia saat ini berbeda dengan krisis ekonomi yang pernah melanda dunia pada 1998, 2008 atau 2013. Karena, sumbernya bukan berasal dari sektor ekonomi atau keuangan.
"Masalah ekonomi yang terjadi saat ini, beda dengan 98, 2008 atau 2013. Kala itu disebabkan sektor keuangan. Itu sebabnya, semua solusinya, solusi keuangan,” ujar Budi beberapa waktu lalu.
Berbagai stimulus ekonomi yang dikeluarkan, menurutnya, pun tidak akan mampu mengobati resesi ekonomi yang terjadi. Lalu, bagaimana cara mengobatinya?
"Jadi berapa banyak program subsidi, bansos, enggak akan selesai (resesi ekonomi). Selama masalah kesehatannya tidak selesai," katanya.
Solusinya, menurut Budi, adalah yang saat ini menjadi prioritas Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Presiden Joko Widodo pun telah menginstruksikan bahwa penyelesaian masalah kesehatan menjadi prioritas utama.
"Itu sebabnya pak (Menko Perekonomian) Airlangga dan pak (Menteri BUMN) Erick, menyusun programnya, Indonesia sehat nomor satu, Indonesia kerja nomor 2 dan Indonesia tumbuh nomor 3," ujarnya.
