Indonesia Sebentar Lagi Masuk 'Jurang Resesi', Apa Dampaknya?

Ilustrasi resesi global
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Indonesia hampir dipastikan masuk ‘jurang resesi’ pada kuartal III-2020. Hal itu lantaran ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh negatif berturut-turut pada kuartal II dan kuartal III.

img_title Ekonom Ungkap Alasan Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun Meski Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyebut 99,9 persen Indonesia hampir dipastikan akan mengalami resesi setelah perhitungan ekonomi di bulan September 2020 nanti.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Beda Resesi karena Corona dengan Krisis Ekonomi

img_title Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Tegaskan Tak Sedang Mengarah ke Krisis

Lantas, apa dampaknya?

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, menyebut dampak resesi sebetulnya sudah terasa saat ini. Namun setidaknya, Piter mengatakan, fase terberat masa resesi sudah dilewati.

img_title Qodari Tegaskan Ekonomi Indonesia Tak Sama dengan 1998, Sebut Fundamental Kini Jauh Lebih Kuat

Karena, lanjut dia, dampak dari resesi tersebut bisa dilihat pada sektor-sektor yang bergantung pada aspek pergerakan orang.

"Seperti sektor pariwisata dan turunannya. Yakni sektor transportasi, hotel, travel, penerbangan, kereta api, itu kan semua sempat anjlok," ujar Piter saat dihubungi VoxPop, Selasa 1 September 2020.

Baca juga: Jokowi Soroti Pertumbuhan Ekonomi Jakarta dan Bali yang Jeblok

Dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi nasional akan mengalami minus sekitar 3 persen sampai 3,5 persen pada kuartal III. Pertumbuhan ekonomi nasional pun diprediksi masih akan minus hingga kuartal IV-2020.

Meski begitu, Piter mengaku sangat optimis bahwa untuk ke depan arah pertumbuhan perekonomian nasional akan terus membaik, khususnya di kuartal III dan IV-2020 ini.

“Misalnya dari minus 5,32 persen (kuartal kedua) menjadi sekitar minus 3 persen (kuartal ketiga), hingga nanti kuartal keempat diprediksi akan menjadi minus 2 persen atau bahkan minus 1 persen. Sehingga tahun depan akan menjadi lebih baik lagi," kata Piter.

Dia mengaku melihat berbagai indikator perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional tersebut, yang dapat dilihat dari adanya perbaikan pada sejumlah sektor. Misalnya data penjualan mobil dan motor. Walaupun masih kecil, tapi sudah mulai merangkak naik.

Begitupun tingkat penyaluran kredit, dipastikan juga sudah mulai membaik. Selain itu, kondisi di pasar juga sudah mulai bergerak. Warung-warung yang sebelumnya sempat tutup saat ini sudah mulai kembali buka.

"Itu kan berarti sudah makin lebih baik. Jadi perkiraan saya di kuartal IV-2020 itu, walaupun [pertumbuhan ekonominya] masih akan negatif, tapi arahnya sudah mulai membaik," ujar Piter. (ren)

Proses keberangkatan jamaah haji melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang

BPS Ungkap Haji 2026 Sumbang Rp8,78 Triliun ke Ekonomi RI, Belanja Jamaah Masih Banyak Mengalir ke Arab Saudi

BPS mencatat kontribusi penyelenggaraan haji 2026 terhadap ekonomi Indonesia mencapai Rp8,78 triliun. Porsi belanja domestik dinilai masih bisa ditingkatkan.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut