Pertalite Bakal Dihapus, Said Didu: Pertamina Murni Jadi Pedagang BBM

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • Twitter: Said Didu

VoxPop – Wacana terkait penghapusan varian BBM PT Pertamina jenis Premium dan Pertalite kembali mencuat. Hal itu terbuka saat rapat dengar pendapat antara Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dengan Komisi VII yang digelar kemarin.

img_title Kapal Tanker Pertamina Jadi Penyelamat, 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi Selamat

Sontak, wacana itu menuai reaksi keras di kalangan warganet. Termasuk dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Said Didu. Dia cukup vokal mengkritik rencana tersebut.

Baca juga: Soal Subsidi Gaji, BPJS Masih Tunggu Laporan HRD hingga 15 September

img_title MyPertamina Sediakan Edukasi hingga Layanan Produk Gratis di GIIAS 2026

Bahkan, Said menuding rencana itu adalah jalan pintas menutup kilang milik Pertamina dan menjadikan Pertamina murni hanya sebagai pedagang BBM dari luar negeri.

"Ide Dirut @pertamina utk tidak lagi menjual BBM Premium dan Petralite adalah jalan pintas utk menutup kilang milik pertamina dan murni menjadi pedagang BBM dari LN," ujar Said melalui akun Twitternya, Selasa 1 September 2020. 

img_title Harga Bensin di Sejumlah SPBU Turun, Cek Perbandingan Pertamina, Shell dan BP Berikut Ini

Dia menilai rakyat dikorbankan terkait kebijakan tersebut. Sebab, harga Pertalite dan Premium itu memang lebih murah ketimbang Pertamax. 
 
"Jika tdk bisa memperbaiki BUMN - minimal jangan dirusak krn rakyat yg jadi korban," tutup Said. 

Dilansir dari 100KPJ.com, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, sebelumnya mengatakan, penyederhanaan produk bahan bakar minyak atau BBM mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.

Dalam produk Pertamina, BBM yang berada di bawah RON 91 ada Pertalite dengan RON 90, dan Premium dengan RON 88. Jika berpatokan pada aturan tersebut, maka keduanya dipastikan bakal dihapus lantaran tak sesuai standar Euro IV.

"Artinya ada dua produk yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar kalau mengikuti aturan tersebut yaitu Premium dan Pertalite," ujar Nicke saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPR, di Jakarta, dikutip Selasa 1 September 2020. (ren)

Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa.

Pertamina Patra Niaga Kasih Bukti Kualitas Produk Lokal Indonesia Berdaya Saing Tinggi

Sebanyak 11 UMKM Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga dari berbagai daerah menampilkan produk busana, batik, tenun, aksesori, perhiasan, hingga kerajinan kulit di IFW 2026.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut