DPR Ungkap Peran Strategis PT Pos Dukung Ekosistem Logistik Nasional

Kegiatan operasional PT Pos Indonesia (Persero) di masa pandemi.
Sumber :

VoxPop – Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang logistik khususnya PT Pos Indonesia dinilai sangat penting dalam penataan National Logistic Ecosystem (NLE) atau Ekosistem Logistik Nasional (Ekolognas). Program digitalisasi bisnis logistik ini merupakan salah satu strategi pemerintah guna mendongkrak perekonomian. 

img_title Bebaskan Pajak 3 Tahun untuk Proses Konsolidasi BUMN, Purbaya: Biar Prosesnya Smooth!

Karena itu, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty, mengungkapkan, penataan menyeluruh logistik nasional dan dukungan perundang-undangan sangat dibutuhkan. Keberadaan PT Pos Indonesia yang mempunyai jaringan sangat luas hingga 4.800 kantor pos bisa mendukung program itu. 

"Saat ini seluruh kementerian dan lembaga serta kepala daerah bersinergi menata logistik nasional melalui National Logistic Ecosystem. Tapi kita belum melihat seperti apa posisi PT Pos Indonesia ke dalam ekosistem ini, padahal PT  Pos Indonesia punya kekuatan strategis," kata Evita dikutip dari keterangannya, Kamis 1 Oktober 2020.

img_title Kadin Kalteng Dukung Prabowo Pangkas BUMN Bermasalah: Bawa Angin Segar Iklim Investasi

Baca jugaBPS: Tingkat Keterisian Hotel di Bali Sangat Rendah, Tertinggi Lampung

Dia menjabarkan, saat ini Pos Indonesia memiliki titik layanan (point of sales) mencapai 58.700 titik dalam bentuk kantor pos, agenpos, Mobile Postal Service, gudang, armada angkutan, dan lain-lain. Dengan demikian, kontribusinya terhadap NLE bisa lebih maksimal.

img_title Sekolah Rakyat Terintegrasi Cirebon Rampung dan Mulai MPLS, Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur Investasi Masa Depan

“Minimal misalnya dia (PT Pos) menjadi leading sector dalam rangka mengintegrasikan logistik untuk BUMN maupun pemerintahan. Itu saja sudah memberikan manfaat yang sangat signifikan untuk menghindari biaya tinggi karena sama-sama investasi di pergudangan, transportasi, sistem teknologi informasi, dan lain-lain,” tuturnya.

Menurut Evita, NLE memang sangat membutuhkan adanya integrasi komitmen kementerian/lembaga dan kepala daerah. Tapi, yang jauh lebih penting adalah bagaimana peran masing-masing kemudian diatur di sana dan bagaimana kepatuhan untuk mengikuti target waktu yang ditetapkan. Apalagi biaya logistik masih tergolong tinggi dibanding negara ASEAN lainnya.

”Peran yang lebih luas dari entitas bisnis logistik belum kelihatan, sehingga semua pihak menebak-nebak sendiri. Kita harapkan adanya penataan yang menyeluruh. Kita berharap pemerintah sudah memiliki solusi bagi integrasi logistik minimal untuk BUMN," kata Evita.

Dalam Ekosistem Logistik Nasional (NLE), Kementerian Keuangan RI dalam hal ini Bea Cukai sebagai sektor terdepan. Sebenarnya, menurut Evita, tidak masalah, karena mungkin cara pandang logistik adalah dari titik datang dan keluar barang. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut