Setahun Jokowi, KSP: Saatnya Kejar Ketertinggalan dalam Keterbatasan
- VoxPop/M Ali Wafa
Pada bagian II laporan KSP, pemerintah ingin 'Pulih dan Bergerak Maju'. Multikrisis harus dilewati dengan cara-cara yang juga tidak lagi seperti biasa.
"Reformasi fundamental menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan segera, dalam pola pikir dan etos kerja. Harus cepat, tepat dan fleksibel. Efisiensi, kolaborasi, dan teknologi jadi prioritas. Kedisiplinan dan produktivitas harus ditingkatkan. Saatnya mengejar ketertinggalan meski dalam keterbatasan," sebutnya.
Kerja pemerintah ke depan juga menyangkut penyiapan sumber daya manusia yang fokus pada pemerataan ekonomi yang dimulai dari menurunkan tingkat stunting. Anak Indonesia harus sehat sejak lahir, ketika ibu mengandung hingga masa perkembangan bayi.
Lalu, di dunia pendidikan, tantangan yang harus dibenahi adalah bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan bersekolah dari usia dini hingga jenjang pendidikan tinggi.
Tingkat sekolah hingga sarjana kini bisa dicapai semua kalangan masyarakat. Pemerintah menyediakan bantuannya dengan Kartu Indonesia Pintar yang disiapkan untuk siswa SD, SMP, dan SMA. Kartu Indonesia Pintar Kuliah juga disiapkan untuk mereka yang terdata sebagai penerima KIP dan ingin melanjutkan pendidikan hingga jadi sarjana.
"Selain itu juga soal peningkatan skor PISA (Programme for International Student Assessment) atau kemampuan siswa di bidang sains, membaca, dan matematika. Ekosistem pendidikan juga disentuh agar responsif pada perubahan. Reformasi pendidikan melalui transformasi kepemimpinan kepala sekolah mulai dilakukan," tulisnya.
"Sehingga puncak bonus demografi di Indonesia pada 2030 tidak terbuang sia-sia," tulis laporan tersebut. (art)
