Resesi, Misbakhun Usul Solusi Termasuk Swasta Dapat Stimulus PEN

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar M.Misbakhun
Sumber :

“Dengan demikian cakupan dan sektor-sektor yang harus diberi stimulus ekonomi juga lebih banyak, termasuk ke korporasi. Seharusnya dukungan kepada sektor korporasi tidak hanya untuk BUMN, tetapi juga ke sektor-sektor swasta yang menjalankan kegiatan bisnis dan menguasai pasar,” lanjut anggota asal Pasuruan Jatim ini. 

img_title Bursa Asia Menguat Usai Tarif Impor AS Turun, Indeks Acuan Jepang Melonjak Tajam

Oleh karena itu, Misbakhun mendorong pemerintah lebih serius dalam program penempatan dana di perbankan. Tujuannya ialah membantu program restrukturisasi kredit sektor perbankan.

“Penempatan dana pemerintah ini akan sangat menyelamatkan sektor perbankan dan membantu likuiditasnya. Perbankan mengalami  kesulitan likuiditas akibat program restrukturisasi yang saat ini dijalankan guna menyelamatkan aktivitas sektor riil yang terhantam karena COVID-19,” katanya.

img_title Rupiah Menguat Didorong Kekhawatiran Resesi Ekonomi Amerika Serikat

Ia juga menilai, pemerintah belum membangun rasa percaya diri sektor keuangan. Penempatan dana di bank anggota Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) masih belum efektif.

Untuk itu, lanjut dia, harus ada program penempatan dana ke sektor perbankan dalam jumlah yang signifikan.

img_title Ini 5 Tanda Aneh saat Resesi Mengintai, Mulai dari Penjualan Lipstik hingga Pakaian Dalam

“Jumlahnya sekitar 25 sampai 30 persen dari total portofolio kredit perbankan dan diinjeksikan kepada seluruh perbankan tanpa membedakan mereka anggota Himbara atau Perbanas,” katanya.

Misbakhun menegaskan, upaya-upaya tersebut perlu dikuatkan dan lebih diperinci.  "Kemudian dieksekusi sebagai kebijakan untuk perbaikan pertumbuhan ekonomi kita saat ini supaya segera keluar dari situasi resesi,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melakukan kunker ke Jakarta Barat saat reses

Sahroni Ingatkan Warga Biasakan Selesaikan Konflik Lewat Jalur Hukum, Bukan Main Hakim Sendiri

Ahmad Sahroni mengatakan, budaya main hakim sendiri dan kekerasan tidak boleh dibiasakan karena justru bisa memicu persoalan baru di tengah masyarakat.

img_title
VoxPop.co.id
7 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut