Tekan Backlog Perumahan MBR, Program Satu Juta Rumah Harus Dipercepat
- vstory
Menurut Pahala, ada sejumlah masalah di industri properti yang membutuhkan dukungan seluruh stakeholder. Di antaranya (keterjangkauan) yakni adanya keterbatasan daya beli masyarakat terutama MBR, serta masih kurangnya pemenuhan terhadap standar keandalan bangunan dan keserasian dengan lingkungan.
"Perumahan dan permukiman semakin jauh dari pusat kota tanpa dukungan jaringan infrastruktur dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang (urban sprawl), dan banyak hunian yang kurang layak," tambahnya.
Pahala menjabarkan, BTN sendiri dalam Program Sejuta Rumah untuk Rakyat sampai dengan 31 Oktober 2020 berkontribusi dalam merealisasikan KPR untuk: 107.762 unit untuk KPR dan memberikan dukungan kreidt kontruksi terhadap 311.138 unit rumah.
Lebih lanjut menurutnya, dari sisi supply, BTN membuka Housing Finance Center (HFC) untuk merintis para kontraktor yang siap terjun di dunia properti, termasuk dengan menggelar Santri Developer dengan NU Circle dan IAEI.
“Kami berencana mengembangkan kembali program Santri Developer pada tahun 2021 dengan menyelenggarakan di pesantren-pesantren binaan NU guna memberi pembekalan kepada kalangan santri dan alumni pesantren mengenai dunia pengembang perumahan di Indonesia,” kata Pahala. (Ant)
