Soal Operasional SWF, Chatib Basri Nilai Efektif Usai Pandemi

Chatib Basri
Sumber :
  • VoxPopnews/Anhar Rizki Affandi

VoxPop – Ekonom Chatib Basri mengaku optimistis bahwa Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA), baru akan bisa berjalan efektif apabila pandemi COVID-19 di Tanah Air telah berakhir.

img_title Kadin Kalteng Dukung Prabowo Pangkas BUMN Bermasalah: Bawa Angin Segar Iklim Investasi

"SWF baru bisa jalan kalau pandemi selesai. Karena dasarnya adalah kita harus beresin pandemi, setelah itu SWF bisa positif," kata Chatib dalam telekonferensi, Jumat 29 Januari 2021.

Chatib menekankan, sebenarnya selama ini banyak aset di Tanah Air yang menjadi daya tarik bagi para investor asing. Namun masalahnya, banyak sekali proyek yang asetnya bagus jika dilihat dari kacamata investasi, tapi statusnya adalah aset milik negara atau BUMN

img_title Sekolah Rakyat Terintegrasi Cirebon Rampung dan Mulai MPLS, Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur Investasi Masa Depan

Jadi di sisi lain, Chatib mengakui bahwa permasalahan investasi di Indonesia selama ini bukan dikarenakan kurangnya likuiditas, melainkan karena aset yang berada atas nama milik negara atau BUMN tersebut.

Padahal di satu sisi, apabila aset-aset tersebut disekuritisasi, maka aset-aset itu dipastikan akan mampu mengundang minat para investor asing untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

img_title Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

"Kalau di Indonesia itu, orangnya yang kerja, asetnya tidak. Tapi kalau di negara maju, orangnya tidak kerja, asetnya yang kerja. Maka kemudian saat ini kita harus membuat asetnya yang bekerja, sehingga investor juga bisa tertarik (untuk berinvestasi)," ujar Chatib.

Mantan menteri keuangan itu optimistis, apabila SWF sudah bisa berjalan, maka animo para investor asing juga akan mulai berdatangan demi melihat besarnya potensi pemanfaatan berbagai aset dan proyek di Tanah Air.

Apalagi, SWF milik Indonesia ini disebut-sebut memiliki sejumlah keunikan yang berbeda dengan SWF di negara lain. Seperti misalnya SWF di Singapura, Uni Emirat Arab, atau bahkan Norwegia, yang dibentuk karena ada surplus dari minyak dan transaksi berjalan.

"Tapi SWF (Indonesia) ini berbeda, di mana ada recycling aset yang dimungkinkan. Sekarang menteri keuangan diperbolehkan untuk transfer aset, sehingga aset itu nantinya bisa diberdayakan (melalui kerangka investasi)," ujarnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria

Bebaskan Pajak 3 Tahun untuk Proses Konsolidasi BUMN, Purbaya: Biar Prosesnya Smooth!

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bakal membebaskan pungutan pajak untuk mendukung proses konsolidasi perusahaan BUMN yang saat ini tengah dijalankan oleh Danantara

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut