LMAN Siapkan Rp11,1 Triliun untuk Pembebasan Lahan Infrastruktur

Ilustrasi proyek infrastruktur.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc.

VoxPop – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) memastikan optimalisasi aset negara dan pendanaan lahan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) tetap membuahkan hasil maksimal. Meskipun ekonomi sedang sulit di tengah situasi pandemi COVID-19.

img_title InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional, Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil

Direktur Utama LMAN, Basuki Purwadi, mengatakan bahwa di tahun 2020 pihaknya telah menyetor Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp3,6 triliun, diikuti dengan berbagai manfaat sosial dan ekonomi lain dari hasil pemanfaatan aset negara.

"Serta pendanaan lahan infrastruktur yang mencapai Rp19,9 triliun," kata Basuki dalam telekonferensi, Jumat 5 Februari 2021.

img_title Sekolah Rakyat Terintegrasi Cirebon Rampung dan Mulai MPLS, Brantas Abipraya Bangun Infrastruktur Investasi Masa Depan

Baca juga: Awal 2021, Aliran Modal Asing Masuk RI Sudah Rp30,22 Triliun

Selain itu, dalam bidang pendanaan lahan, LMAN telah menyiapkan dana pembebasan lahan untuk kebutuhan 2021 sejumlah Rp11,1 triliun, bagi infrastruktur PSN di sektor jalan tol, bendungan dan irigasi. Anggaran itu disiapkan sesuai dengan pengajuan yang ditetapkan, oleh Kementerian/Lembaga terkait.

img_title Pengguna Produk Apple Terus Melonjak, iFixied Tingkatkan Infrastruktur Layanan Perbaikan

Basuki mengatakan, sebagai lembaga yang memiliki amanat melaksanakan optimalisasi aset negara dan pendanaan lahan, LMAN berupaya semaksimal mungkin agar kinerja yang dilakukan dapat menghasilkan manfaat.

"Manfaat itu bukan hanya manfaat finansial, namun juga manfaat ekonomi dan sosial terutama untuk mendukung pemulihan ekonomi," ujarnya.

Salah satu manfaat sosial yang dihasilkan LMAN adalah pemanfaatan aset kelolaan LMAN di wilayah Lhokseumawe, berupa gedung eks SMP 1 Arun yang digunakan untuk ruang isolasi pasien COVID-19. Basuki menjelaskan, pemanfaatan aset itu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di masa pandemi COVID-19, melalui sinergi bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

"LMAN memahami bahwa tugas dan tanggung jawab ke depan akan semakin menantang, seiring dengan dinamika lingkungan yang berkembang," kata Basuki.

Karenanya, LMAN telah menyiapkan sejumlah rencana kerja yang diikuti oleh peningkatan standar pencapaian kinerja untuk menghasilkan manfaat lebih besar, khususnya dalam hal optimalisasi aset negara. Target pengembangan mega proyek aset kelolaan LMAN juga telah disiapkan, di antaranya pengembangan kawasan Ciperna, aset kilang Lhokseumawe, kawasan LNG Badak di Bontang, dan proyek aset properti yang terletak di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut