Pulihkan Bisnis, Industri Penerbangan Curhat Butuh Insentif Pemerintah
- Istimewa
Terkait insentif yang telah terealisasi seperti keringanan biaya Passenger Service Charge (PSC). Menurut Veranita, Pemerintah diharapkan mulai menyiapkan pembukaan pintu perbatasan international, terutama dalam pemenuhan syarat-syarat kesehatan yang ditetapkan, seperti keterangan bebas COVID-19 maupun vaksinasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan otoritas, asosiasi dan pemangku kepentingan penerbangan agar bisa bertahan dan pulih dari kondisi dampak pandemi ini.”
Sementara itu, Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo berharap, antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi udara untuk melakukan perjalanan kembali pulih.
Apalagi, studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan International Air Transport Association (IATA) menyatakan, pesawat merupakan moda transportasi paling 'sehat' dibanding moda transportasi lainnya.
Pemerintah lanjutnya, juga telah mengeluarkan aturan protokol kesehatan lebih ketat untuk penumpang pesawat dibanding dengan moda transportasi lain. Program vaksinasi COVID-19 pun kini telah berjalan dan terus dilakukan.
Jika vaksinasi dapat terpenuhi sesuai target, dia pun berharap, secara bertahap permintaan penerbangan akan mulai pulih pada 2022.
"Jangka waktu paling optimis yang pernah disebutkan adalah akhir 2023 atau awal 2024, itu baru akan kembali ke angka trafik seperti 2019," ujarnya.
