Pemerintah Harus Awasi Praktik Bisnis Tak Adil Raksasa Digital Dunia
- https://www.theasianbanker.com/
Guna me-review atau mengawasi secara berkala pemain digital global ini untuk mencegah praktik bisnis yang berpotensi merugikan pengguna maupun negara, dan memaksa mereka untuk mengikuti regulasi Indonesia.
“Betul kita memang tidak terlalu happy dengan kata proteksionisme, sedikit-sedikit protektif, tapi kita memang harus mengatur dengan rinci regulasinya dan dengan cepat mengikuti perkembangan yang terjadi," tegasnya.
"Uni Eropa saja ketat dalam urusan ini, begitu juga dengan Australia. Ketat kan bukan berarti protectionism. Kita membuat aturan yang rinci, yang jelas, dengan sanksi yang tegas juga. Disisi lain kita harus dukung pemain digital dalam negeri untuk tumbuh besar,” sambung Evita lagi.
Di sisi lain, pembinaan talenta digital Indonesia perlu didorong kuat dengan pengembangannya secara merata di seluruh daerah Indonesia. Setidaknya, kata anggota Komisi VI DPR RI ini, Indonesia bisa mengikuti jejak AS dan China yang sukses membina talenta digital mereka menjadi pemain global.
Pengembangan talenta digital merupakan kunci untuk mencapai kedaulatan dan kemandirian digital, kunci juga untuk mencegah transformasi digital yang sedang kita kembangkan tidak hanya menguntungkan pihak luar, atau hanya menjadikan kita makin menambah impor.
“Artinya kita harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesempatan bisnis global baru, dengan berkembang ke negara lain, artinya bagaimana transformasi digital ini dimanfaatkan oleh talenta digital Indonesia untuk membawa hasil karya Indonesia ke dunia,” sambung Evita.
Dia juga berharap para pemain digital Indonesia untuk proaktif menyampaikan keluhan yang dihadapi dalam menghadapi perilaku unfair dari raksasa digital dunia ini.
