Harga Cabai Rawit Mahal, Kementan Jelaskan Alasannya
- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Dengan demikian, Prihasto menyatakan, secara nasional luas pertanaman cabai yang terkena serangan OPT saat ini mencapai angka 1.152 hektare dan puso 0,15 hektare.
Adapun virus kuning menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak produktif. Jika tanaman yang terserang masih bertahan, maka dipastikannya produktivitasnya menurun 20-30 persen.
Sedangkan serangan antraknosa dan lalat buah yang masif menurutnya mendorong petani untuk memanen buah atau cabai rawit sebelum waktunya sehingga kualitas buah menjadi turun.
Di sisi lain, total luas pertanaman cabai nasional yang terkena banjir dan puso pada Oktober-Desember 2020 seluas 431 hektare. Ini tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur.
Sedangkan pada awal tahun ini, yaitu periode Januari sampai dengan Februari 2021 seluas 404,7 hektar yakni di Kalsel, Sumut, Sumbar, Sulteng, Kalbar, Jambi, Jatim, dan NTT.
