Unilever Ungkap 8 Perubahan Prilaku Konsumen karena Pandemi
- Unilever.co.uk
Setelah setahun beraktivitas dari rumah, konsumen mencari cara dan produk agar tidak bosan dan terus menjaga kesehatan mental di rumah.
4. Komunitas yang lebih kuat
Pandemi telah memperkuat rasa solidaritas kita sebagai bangsa. Dukungan untuk wirausaha lokal semakin banyak, komunitas yang ada di masyarakat juga semakin banyak.
5. Fenomena reverse maslow
Kebutuhan psikologis dan rasa aman termasuk lingkungan yang sehat dan higienis, dan juga keamanan finansial adalah prioritas utama konsumen.
6. Konsumen semakin teliti akan konsumsi dan pembelian yang mereka lakukan
Konsumen kini lebih mencari value dan bukan harga semata.
7. Gaya hidup serba digital
Internet tidak hanya membantu konsumen untuk membeli secara online tetapi juga untuk menjual dan berkegiatan. Hal ini akan terus belanjut di masa depan karena konsumen sudah mulai terbiasa menggunakan platform online dan digital dalam semua jenis kegiatan.
8. Lahirnya smart opportunist
Social selling terutama dari media sosial meningkat, mulai dari barang-barang yang berhubungan dengan perlindungan kesehatan, hingga makanan/minuman.
Dia pun menegaskan, Unilever percaya bahwa keberlanjutan bisnis harus sejalan dengan manfaat yang diberikan untuk masyarakat dan lingkungan. Karena itu di masa pandemi, komitmen untuk selalu bersama Indonesia kami wujudkan melalui kampanye #MariBerbagiPeran yang menaungi berbagai macam inisiatif untuk untuk mendukung masyarakat.
"Alhamdulillah kami dapat menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp200 miliar secara bertahap sejak awal pandemi, baik secara independen maupun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra di seluruh Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut menurutnya, inovasi pun terus dilakukan oleh Unilever untuk mengakomodir perubahan prilaku konsumen tersebut. Misalnya dalam transformasi digital, hal ini telah diterapkan ke seluruh rantai nilai Perusahaan jauh sebelum pandemi berlangsung.
“Kami melipat gandakan kegesitan dalam berinovasi sejak awal pandemi. Di tahun 2020 setidaknya kami melahirkan 40 inovasi produk untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan konsumen kami yang terus berubah, terutama dalam hal permintaan dan pola belanja,” ujarnya.
