10 Ribu Pembudidaya Perikanan Dibidik Masuk Ekosistem eFishery 2021
- Dokumentasi efishery.
Tidak berhenti sampai di situ, di sektor hilir eFishery pun turut menghubungkan pembudidaya dengan berbagai agen, distributor, dan mitra horeka (hotel, restoran, kafe). Nilainya hingga saat ini tercatat sekitar US$26,85 juta atau setara Rp 390,43 miliar bagi perekonomian Indonesia melalui pendapatan yang diperoleh pembudidaya dan mitra lainnya.
Tahun ini dia mengatakan eFishery mentargetkan lebih dari 59 ribu pembudidaya masuk dalam ekosistem akuakultur yang dibentuk. Sementara itu, penyaluran eFisheryFund dapat dirasakan untuk lebih dari 10.000 pembudidaya ikan dan udang.
"Strategi kita akan memperbanyak eFisheryPoint. Sedangkan pembiayaan eFisheryFund sudah tersedia, tinggal kinerja pembudidayanya saja harus ditingkatkan, karena terkait kredit skoring," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Perikanan Universitas Padjadjaran, Yudi Nurul Ihsan berpendapat, arah kebijakan digitalisasi sektor perikanan perlu diperkuat ke depannya. Dengan pendampingan kepada petani budidaya ikan dan pelaku usaha.
Sebab, teknolog bisa bikin kinerja pembudidayaan semakin efisien. Selain itu, Pemerintah juga harus menyokong penuh rencana digitalisasi di sektor perikanan sebab potensi di sektor tersebut sangatlah vital.
"Solusi digitalisasi perikanan menjadi penting saat ini karena sebenarnya kita dapat memanfaatkan instrumen teknologi 4.0 dan penguatan multiplatform stakeholder," tambahnya.
