Penguatan Rupiah Dihantui Arah Kebijakan The Fed

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan kamis pagi di kisaran Rp14.300. Namun begitu, rupiah dinilai berpotensi balik arah karena dolar AS diprediksi akan semakin menguat karena kebijakan The Fed. 

img_title Kadin Tegaskan Siap Bantu Pemerintah Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Di pasar spot pada perdagangan pukul 10.03 WIB, kurs rupiah berada di posisi Rp14.311 per dolar AS. Angka itu menguat 26 poin atau 0,18 persen dibanding perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di posisi Rp14.324 atau menguat dibanding sebelumnya yang berada di posisi Rp14.362.

img_title Presiden Prabowo Panggil Pengusaha ke Istana Merdeka, Ini Agenda yang Akan Dibahas

"Nilai tukar rupiah berpotensi berbalik melemah hari ini karena pernyataan pejabat the Fed semalam soal kemungkinan tapering," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra kepada VoxPop, Kamis, 5 Agustus 2021.

Baca juga: IHSG Berpotensi Tertahan, Cek Saham Potensi Cuan Hari Ini

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Ia menuturkan, pada tadi malam, dalam sebuah acara daring di AS, Wakil Gubernur the Fed, Richard Clarida mengungkapkan, peluang tapering akan terjadi di akhir tahun. 

"Tapering ini akan mengurangi likuiditas sehingga busa mendorong penguatan dolar AS," kata dia.

Selain itu, kekhawatiran pasar soal kasus COVID-19 juga masih menjadi salah satu faktor penekan rupiah dan nilai tukar emerging merket lainnya.

Di sisi lain, bila data PDB kuartal ke-2 Indonesia melebihi ekspektasi ekonom 6,5 persen secara tahunan (yoy), ini bisa menahan laju pelemahan rupiah hari ini.

"Nilai tukar rupiah berpotensi bergerak melemah ke kisaran 14.350 dengan potensi support di 14.300," katanya.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal II 2026, Bantah Ada Perlambatan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,2-5,4 persen pada kuartal II 2026 dan menegaskan fundamental ekonomi tetap kuat.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut