Begini Teknologi SPKLU Pertamina yang Dikembangkan BPPT

Quick charging mobil listrik di Gedung BPPT, Jakarta
Sumber :
  • Twitter @BPPT_RI

Dia menjabarkan, melalui peran perekayasaan dan alih teknologi pada tahun ini BPPT telah berhasil mengembangkan SPKLU tipe fast AC 22 kW untuk kendaraan listrik roda 4 dengan colokan AC type 2. Kemudian, SPKLU untuk kendaraan listrik roda 2 dengan plug charger Chogori/Jnicon yang digunakan untuk sepeda motor listrik Gesits.

img_title MyPertamina Sediakan Edukasi hingga Layanan Produk Gratis di GIIAS 2026

"Serta Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) berkapasitas 12 loker baterai Gesits. Di mana ketiganya memiliki nilai Total Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih kurang 40 persen.

Selain itu, lanjut Hammam, peran BPPT dalam intermediasi teknologi berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa mitra industri diantaranya PT LEN Industri, PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA), dan PT Wiksa Daya Pratama dalam mengembangkan industri SPKLU dan SPBKLU.

img_title Mengenal Inovasi Riset TRWP dari Dunlop, Teknologi Ban Tahan Aus

"Sebagai produk industri percontohan, BPPT telah menghilirisasi purwarupa SPKLU tipe fast AC 22 kW dan SPKL tipe AC home charger 7 kW untuk kendaraan roda-4 ke PT LEN Industri, serta purwarupa SPKLU tipe fast untuk kendaraan roda 2 multiple outlet ke PT Wiksa Daya Pratama Surabaya," ungkapnya.

Baca juga: Intip Faktor Pendorong Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen Kuartal II-2021

img_title Harga Bensin di Sejumlah SPBU Turun, Cek Perbandingan Pertamina, Shell dan BP Berikut Ini

Dia mengatakan, Akhir tahun ini BPPT rencananya akan menghasilkan purwarupa SPKLU tipe kombinasi rapid DC 50 kW dan fast AC 22 kW untuk kendaraan roda 4. Dengan tiga plug charger sekaligus yakni CCS 2 Combo dan Chademo untuk DC charging dan AC Type 2 untuk AC charging, dengan harapan dapat segera dihilirasi oleh PT LEN Industri pada tahun depan.

Upaya BPPT dalam pengembangan SPKLU tidak hanya melalui aspek hardware saja, namun juga pada sisi software-nya. BPPT melakukan pengembangan charging station management system (CSMS) yang telah dimulai sejak tahun lalu dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

"Sistem ini diproyeksikan mampu memonitor seluruh fasilitas SPKLU yang telah dibangun dan dikerjasamakan dengan pihak mitra," jelasnya.

Dia menurutnya, hasil pengembangan CSMS BPPT diberi nama SONIK dan saat ini telah teruji secara operatability dan security-nya. Dalam hal operability, SONIK juga akan diujikan pada SPKLU kerja sama BPPT & Pertamina.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut