Jangan Patah Semangat Bisnis Akuakultur, Bisa Coba Cara Ini
- Istimewa
Setelah proyek selesai, para Squad akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proyek mereka. Di akhir program, mereka akan dievaluasi dan menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti seluruh proses.
"Indonesia adalah produsen akuakultur terbesar kedua di dunia setelah China, dan Indonesia saat ini memiliki salah satu populasi pemuda terbesar di dunia, sekitar 26 persen dari total 260 juta penduduknya, kurang lebih 68 juta jiwa,” ungkap Chrisna.
Lebih lanjut menurutnya, sekitar 600 orang dari 125 Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia telah mendaftarkan diri dalam program ini. Sebanyak 137 orang peserta telah terpilih sebagai angkatan pertama eFishery Academy.
Selain mendapatkan sertifikat dan uang saku, peserta juga mendapatkan kredit (SKS) yang dapat digunakan untuk melengkapi SKS perkuliahan. Chrisna juga memaparkan bahwa eFishery Academy membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang masif.
Sebab, industri akuakultur makin berkembang pesat ketimbang sektor makanan berbasis hewani lainnya di seluruh dunia. Hal itu tercermin dari laju tangkapan ikan laut cenderung stagnan, di mana pertumbuhannya hanya 3 persen, dibandingkan dengan akuakultur yang tumbuh 21 persen selama enam tahun terakhir.
"Prospek industri ini semakin cerah karena potensinya sangat besar. Untuk itulah program eFishery Academy merupakan kesempatan emas. Melahirkan para calon entrepreneur, menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.
