Erick Thohir: Tidak Mungkin Pangan Kita Tergantung Impor

Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi Peace Village Yogyakarta yang berada di Dusun Taraman, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 31 Agustus 2021.
Sumber :
  • VoxPop/Cahyo Edi

VoxPop – Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi Peace Village Yogyakarta yang berada di Dusun Taraman, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 31 Agustus 2021. Dalam kunjungannya ini, Erick disambut langsung oleh pemilik Peace Village, Zanubah Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid, putri mendiang mantan presiden Abdurrahman Wahid. 

img_title Pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026: Negara Tak Boleh Mematikan Mimpi Anak Indonesia Bela Timnas

Erick dan Yenny sempat membahas tentang ketahanan pangan Indonesia, di antaranya masalah impor daging. Peace Village sebagai inkubator peningkatan kapabilitas masyarakat desa, katanya, bisa lebih memanfaatkan potensi petani hingga peternak lokal sehingga tidak mengandalkan impor untuk memenuhi pangan di Indonesia. 

"Kita tidak mungkin, dengan negara yang penduduk 270 juta, pangan kita tergantung impor—apakah di gula, di daging, dan lain-lainnya. Kita harus bisa punya roadmap jangka panjang swasembada dan salah satunya, saya rasa, daging," ujarnya.

img_title Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tampil di Piala Dunia 2030, Erick Thohir Diminta Susun Blueprint

Erick sudah mencicipi daging sapi lokal hasil peternakan Peace Village yang, menurutnya, rasanya sangat bersaing dengan sapi impor. Berdasarkan itu, dia menilai, sekarang tinggal keberpihakan pemerintah untuk mendukung dan mengembangkan peternakan sapi lokal.

Mengenai dengan Peace Village, Erick berharap agar program yang telah dikembangkan di 30 lokasi dan tersebar di berbagai daerah ini bisa bersinergi dengan pemerintah, utamanya Kementerian BUMN. Lewat Peace Village, Erick menyebut pemerintah bisa turut membantu masyarakat dalam menaikkan keterampilan para peternak. 

img_title Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

"Ini sebuah kehormatan buat saya diundang ke Peace Village. Mbak Yenny ini memang figur yang spesial. Kita lihat Peace Village ini, sesuatu tadi yang disampaikan Mbak Yenny, ini (Peace Village) sebagai inkubator bagaimana penduduk desa kita tingkatkan kapabilitasnya—apakah di kesenian, apakah di ekonomi atau di pendidikan. Ini luar biasa," kata Erick.

Dia mengusulkan agar Peace Village bersinergi dengan Perhutani yang memiliki hutan sosial. Dia berharap, dengan memanfaatkan hutan sosial, kapasitas para penduduk sekitar, dari segi pendidika, ekonomi, maupun kesenian, dapat ditingkatkan.

Yenny Wahid menjelaskan bahwa Peace Village adalah sebuah community center atau pusat komunitas masyarakat. Peace Village bisa menjadi tempat inkubasi bagi banyak kegiatan di masyarakat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut