Punya Peran Besar Dongkrak Bisnis UMKM, Perempuan Harus Tahu Ini
- Pixabay
Meski peluang pasar masih terbuka luas bagi pelaku UMKM, tidak bisa dipungkiri masih ada banyak tantangan bagi pelaku UMKM untuk masuk ke ranah digital. Antara lain, pelaku UMKM akan bersaing dengan pelapak online dan brand ternama yang telah lebih dulu merambah digital.
Selain perlu mengejar ketertinggalan, pelaku UMKM juga perlu menyiasati keterbatasan modal maupun operasional. Belum lagi tantangan akses dan infrastruktur internet yang belum terlalu merata.
Sesi kedua mencoba menjawab tantangan tersebut. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari, berbagi tips agar UMKM dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan memanfaatkan pemasaran digital.
Fiki juga memaparkan cara efektif memasarkan dengan bujet minimal serta dukungan yang ditawarkan oleh Kemenkop UKM. Menurut Fiki, pemasaran digital selain efektif biaya juga dapat menjangkau audiens yang luas.
Baca juga: Jokowi Ingin Kemiskinan Ekstrem 0% pada 2024, Airlangga Ungkap Caranya
“Memasarkan produk dengan jangkauan nasional akan sangat memakan biaya dengan cara tradisional. namun teknologi digital memungkinkan ini dan memberi kesempatan UMKM untuk menjangkau pasar-pasar baru,” jelas Fiki.
Tentunya akses ke pendanaan tetap menjadi elemen penting bagi UMKM, baik untuk pemasaran, pengembangan produk, maupun memperluas operasional.
Sementara itu, CEO Modal Rakyat Hendoko Kwik memperkenalkan alternatif-alternatif pendanaan bagi UMKM serta tips mengelola pendanaan. Salah satunya adalah pinjaman mikro.
“Namun pelaku UMKM tetap harus mengenali instrumen pinjaman yang dipakai dan mengutamakan perencanaan serta pengelolaan keuangan yang matang untuk menghindari kredit macet,” kata Hendoko.
Kemudian, Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Sofi Suryasnia, memaparkan bagaimana para UMKM yang dikelola perempuan bisa mendapatkan akses pembiayaan agar usaha mereka naik kelas. Salah satunya adalah melalui bank.
“Pemilik usaha harus mengerti bagaimana cara memenuhi syarat agar kredit bisa diterima bank,” kata Sofi.
Selama tiga hari, pelatihan untuk UMKM ini diikuti oleh lebih dari 2.000 pelaku UMKM. Para peserta mengikuti kelas online tersebut dengan sangat antusias, berbagai pertanyaan diajukan terkait pemanfaatan teknologi digital hingga pengembangan pasar dan produk yang dimiliki pelaku usaha.
