Uang Elektronik Permudah Bisnis UMKM Kala Pandemi, Ini Buktinya
- www.pixabay.com/fancycrave1
Eddy mengatakan, digitalisasi pembayaran tidak hanya bermanfaat bagi pelaku UMKM tetapi juga masyarakat luas. Dengan kata lain, digitalisasi pembayaran berdampak besar bagi upaya kemajuan bangsa. Kemenkop UKM pun optimistis atas target 30 juta pelaku UMKM bertransformasi ke digital pada 2023.
Baca juga: Ingin Produk UKM RI Naik Kelas, Menteri Teten Gandeng IKEA
“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai. Kami terus mengumpulkan secara langsung UMKM untuk dibimbing sehingga kapasitas produksi mereka terus menjadi lebih baik sejalan dengan perbaikan kualitas,” tutur Eddy.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, pemerintah tengah berfokus pada perluasan jaringan infrastruktur telekomunikasi yang merata hingga pedesaan.
Termasuk, menggenjot pembangunan BTS untuk koneksi 4G di seluruh Indonesia dan persiapan implementasi 5G. Langkah itu juga guna mendukung transformasi digital yang dilakukan dunia usaha saat ini.
“Di antara beberapa komponen penting transformasi digital, salah satunya adalah digitalisasi pembayaran, seperti menggunakan OVO. Ya, fokusnya adalah bagaimana menghadirkan sistem pembayaran yang mudah bagi masyarakat,” kata Semuel.
Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan bahwa UMKM selama ini terbukti menjadi tulang punggung perekonomian. Karena itu, pihaknya akan mengukur sejauh mana dampak positif OVO terhadap keberadaan UMKM.
Sehingga menurutnya, bisnis pembayaran digital yang terus dikembangkan OVO pada akhirnya juga bisa mendongkrak pemulihan ekonomi nasional.
“UKM telah menjadi salah satu pilar bisnis OVO. Sehingga OVO bisa menjadi salah satu platform pembayaran terbesar dan dapat melayani lebih banyak pengguna. Di sisi lain, UMKM juga terbantu oleh OVO karena terkoneksi dengan ekosistem tanpa batas,” tutupnya.
