Skandal Manipulasi EoDB, Bos IMF Dianggap Tak Bersalah

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.
Sumber :
  • Ian Langsdon/Pool via ANTARA/REUTERS

VoxPop – Dana Moneter International (IMF) mengumumkan hasil investigasi dewan eksekutifnya terhadap skandal Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. Kasus itu terjadi saat dia menjabat sebagai pimpinan Bank Dunia.

img_title Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF hingga Rp487 Triliun, Nilai Kondisi Fiskal Masih Kuat

Dikutip dari siaran persnya hari ini, IMF menyebutkan bahwa Dewan Eksekutif IMF bertemu hari kemarin untuk menyimpulkan tinjauannya. Atas, masalah yang diangkat oleh investigasi WilmerHale atas laporan World Bank Ease of Doing Business (EoDB) 2018.

"Ini adalah pertemuan Dewan Eksekutif kedelapan tentang masalah ini, sebagai bagian dari komitmen dewan eksekutif untuk tinjauan menyeluruh, objektif, dan tepat waktu," demikian tulis IMF dalam siaran persnya, dikutip Selasa, 12 Oktober 2021.

img_title Piala Dunia dan Sisi Gelapnya: dari Skandal hingga Keputusan Kontroversial

Secara khusus, Dewan Eksekutif IMF disebutkan telah melakukan dua diskusi ekstensif masing-masing dengan perwakilan WilmerHale serta dengan managing director yang dalam hal ini adalah Kristalina.

Baca juga: Bambu Sudah Puluhan Tahun Jadi Bahan Baku Konstruksi, Ini Buktinya

img_title Rupiah Terus Terpuruk, Utang ke IMF-Bank Dunia Disebut Jadi Opsi Paling Realistis untuk Pulih?

Usai pertemuan ini, Dewan Eksekutif IMF menganggap informasi yang disajikan dalam proses peninjauan tidak secara meyakinkan menunjukkan bahwa Kristalina memainkan peran yang tidak patut terkait Laporan Doing Business 2018 saat dia menjabat sebagai CEO Bank Dunia.

Setelah melihat semua bukti yang disajikan, Dewan Eksekutif menegaskan kembali kepercayaan penuhnya pada kepemimpinan Kristalina sebagai Direktur Pelaksana IMF dan kemampuannya untuk terus menjalankan tugasnya secara efektif. 

"Dewan percaya pada komitmen direktur pelaksana untuk mempertahankan standar tata kelola dan integritas tertinggi di IMF," ungkap IMF.

Dewan Eksekutif juga menegaskan kembali komitmennya sendiri untuk mendukung direktur pelaksana dalam mempertahankan standar tertinggi tata kelola dan integritas dalam data, penelitian, maupun operasional IMF.

Sebagai informasi, dalam skandal ini, Kristalina dituduh menekan stafnya untuk mengubah laporan demi menaikkan rating China dalam laporan World Bank's Doing Business 2018. Ia diduga memoles laporan itu atas permintaan pemerintah China.

Mata uang Rupiah.

Rupiah Makin Melemah ke Rp 18.104 Meski Pasar Respons Positif Proyeksi IMF & ADB soal Pertumbuhan Ekonomi RI 2026

Hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.104 per dolar AS. Posisi itu melemah 39 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut