Kunjungi Washington DC, Intip Kegiatan Sri Mulyani di Kantor IMF

Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • instagram @smindrawati

VoxPop – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melaporkan sedikit kegiatannya dalam rangkaian acara pertemuan tahunan Internasional Monetary Fund (IMF) di Washington DC.

img_title Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF hingga Rp487 Triliun, Nilai Kondisi Fiskal Masih Kuat

Melalui laman Instagram pribadinya, @smindrawati, Menkeu mengatakan bahwa di hari kedua pertemuan tahunan IMF World Bank, pembahasan mengenai pemulihan ekonomi dunia yang tidak merata akibat tidak semua negara mampu mendapat akses vaksin COVID-19.

"Dan munculnya tantangan dan ketidakpastian baru yang menimbulkan komplikasi bagi para pembuat kebijakan," kata Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari postingannya, Jumat 15 Oktober 2021.

img_title Rupiah Terus Terpuruk, Utang ke IMF-Bank Dunia Disebut Jadi Opsi Paling Realistis untuk Pulih?

Baca juga: BPS: September 2021 Ekspor Pertanian-Pertambangan RI Kinclong

Menkeu menambahkan, naiknya harga minyak dan gas, harga komoditas, harga pangan, ditambah dengan disrupsi rantai supply, telah menimbulkan tekanan inflasi tinggi di berbagai negara-negara maju.

img_title IMF: Serangan Siber Tidak Hanya Incar Bank, Jaringan Telekomunikasi Bisa Mati Total

Kondisi ini akan memaksa perubahan kebijakan moneter di negara maju yang berpotensi menimbulkan dampak rambatan spillover ke seluruh dunia. "Semua negara mengalami penurunan ruang fiskal dan moneter, sementara tekanan ekonomi masih belum menurun," ujarnya.

Kompleksitas lingkungan global menurutnya juga masih ditambah dengan tantangan perubahan iklim dan pandemi yang belum berakhir, yang menuntut semua negara untuk menyusun kebijakan penanganan yang membutuhkan sumber dana yang tidak sedikit.

"Namun, apabila tidak ditangani sejak sekarang, akan menimbulkan dampak kerugian material yang sangat besar dan bahkan krisis kemanusiaan," kata Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani dan Michael Bloomberg.

Photo :
  • instagram @smindrawati

Dia mengatakan, semua tantangan itu harus dihadapi dan ditangani dengan kombinasi kebijakan fiskal, moneter yang responsif dan fleksibel, namun tetap terukur dan akuntabel. Konsolidasi fiskal harus dilakukan secara bertahap, dan sesuai tahap serta perkuatan pemulihan.

Reformasi struktural untuk membangun dan memperkuat fondasi ekonomi yang produktif, inovatif, dan kompetitif, diakui Sri Mulyani juga harus terus dilakukan dengan konsisten dan efektif serta berhasil guna.

"Indonesia terus melakukan langkah-langkah pemulihan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi dengan berbagai langkah reformasi struktural. Sinergi semua pemangku kepentingan sangat penting," ujarnya.

Mata uang Rupiah.

Rupiah Makin Melemah ke Rp 18.104 Meski Pasar Respons Positif Proyeksi IMF & ADB soal Pertumbuhan Ekonomi RI 2026

Hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.104 per dolar AS. Posisi itu melemah 39 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut