Heboh Praktik Pinjol Meresahkan, Bos OJK Instruksikan Ini

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.
Sumber :
  • VoxPop/Fikri Halim

VoxPop – Penagihan pinjaman online (Pinjol) yang semakin meresahkan beberapa waktu ini bikin heboh. Bahkan, Presiden Joko Widodo pun gerah dengan praktik bisnis pinjol yang semena-mena dalam penagihan dan mematok bunga tinggi ke debiturnya.

img_title Opsi Pembiayaan Geser ke Platform Digital, OJK: Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp 105 Triliun Per Juni 2026

Buntut dari keresahan Jokowi itu, sejumlah kantor-kantor penagihan pinjol di berbagai daerah digerebek polisi. Hingga terungkap, bahwa ada unsur pidana dalam penagihan yang dilakukan pinjol, bahkan sebagian dari perusahaan financial technologi (Fintech) peer to peer lending itu ilegal.

Baca juga: Bos KCIC Jabarkan Sederet Transfer Teknologi Proyek Kereta Cepat

img_title Dibela Habis-habisan! Sahabat Bongkar Alasan Ruben Onsu Gak Bakal Terjerat Pinjol dan Selingkuh

Merespons hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan para perusahaan pinjol untuk memperbaiki pola penagihannya kepada debiturnya. Sehingga, tidak menimbulkan polemik di masyarakat.n 

Wimboh pun menegaskan, pinjol legal yang sudah terdaftar OJK harus menjadi anggota dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Sehingga, pengawasan dan pembinaan dalam ekosistem pembiayaan digital tersebut.

img_title Bisa Ketahuan! Begini Cara Cek Apakah Anda Tercatat Punya Pinjaman Online

"Dalam asosiasi bagaimana membina para pelaku ini agar bisa lebih efektif memberikan piinjaman yang murah, tepat dan tidak menimbulkan ekses-ekses penagihan yang melanggar kaidah dan etika," tegas Wimboh dikutip dari akun Instagram resmi OJK, Selasa, 19 Oktober 2021.

Penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) di Cengkareng.

Photo :
  • istimewa

Dia pun meminta, sebagai model pembiayaan baru di era digital ini, pinjol harus bisa memberika alternatif yang lebih menarik dari sisi suku bunga untuk nasabah. Karena itu, bunga yang dipatok harus rendah dan terjangkau bagi masyarakat.

'Untuk yang telah terdaftar terus kami tingkatkan agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dan suku bunga yang murah," tegasnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Bantah Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tagih Pajak, Purbaya: Mereka Juga Enggak Ngerti!

Menkeu Purbaya membantah bahwa pihaknya telah melibatkan Babinsa (TNI AD) dan Bhabinkamtibmas (Polri), dalam proses penagihan pajak kepada masyarakat atau wajib pajak.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut