Inovasi Teknologi Jadi Kunci Jaga Ketahanan Pangan RI Masa Depan
- istimewa
VoxPop – Sebanyak 150 negara anggota Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merayakan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober lalu. FAO pun mengapresiasi RI dalam pengembangan pertanian modern lewat teknologi.
Kepala Perwakilan FAO Indonesia Rajendra Aryal mengatakan capaian Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan cukup baik melalui peningkatan kapasitas produksi dan diversifikasi konsumsi pangan pokok.
Selain itu, FAO juga mengakui bahwa Indonesia berhasil dalam penguatan cadangan pangan dan sistem logistik, memperbanyak tenaga ahli pertanian, serta pengembangan pertanian modern lewat teknologi.
Baca juga: Tips Menteri ATR/BPN Biar Masyarakat Tidak Dikelecein Mafia Tanah
Menurutnya inovasi teknologi dan digitalisasi seperti e-agriculture yang dikembangkan oleh akademisi dan industri di Indonesia mampu membantu petani dan konsumen mengatasi masalah kerawanan pangan, gizi, dan berkurangnya sumber daya alam.
Senada dengan FAO, Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah, mengatakan, penerapan teknologi pertanian akan membawa dampak positif, begitupun di industri akuakultur yang menjadi fokus usahanya.
"Ketersediaan nutrisi yang terjangkau dan proses produksi pangan yang berkelanjutan bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Dan perikanan punya potensi sangat besar untuk mengambil peranan penting dalam mewujudkan hal tersebut,” kata Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa 19 Oktober 2021.
Gibran menjelaskan bahwa eFishery selalu menjadi solusi untuk mengatasi masalah fundamental dalam industri akuakultur dengan menyediakan teknologi yang terjangkau.
Salah satunya, kata dia, melalui aplikasi eFisheryKu yang baru saja diperkenalkan pada Agustus lalu. Aplikasi ini merupakan aplikasi koperasi digital sebagai pendukung bisnis budidaya ikan di Indonesia.
Produk pakan ikan dan udang eFishery.
- Istimewa
Dengan menggunakan data dan teknologi, eFishery berkomitmen membantu para pembudidaya ikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas budidayanya, lebih mudah untuk mendapatkan permodalan, serta mendapatkan akses untuk memperluas pasar.
Salah satu daerah di Indonesia yang melek teknologi dalam praktik budidaya perikanan adalah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kabupaten ini sebagai daerah penghasil ikan konsumsi seperti patin, lele, gurami, tombro, nila hitam, dan tawes.
Tercatat ada 12.220 orang pembudidaya ikan yang menggantungkan mata pencahariannya dari ikan konsumsi di 12 kecamatan seperti Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, Boyolangu, Kedungwaru, Ngantru, dan Kauman.
