Pelabuhan Batam dan Baten Pakai Inaportnet Sepenuhnya pada 2022
- VoxPop/M Ali Wafa
“Karena Inaportnet saat itu belum diimplementasikan di Batam. Bulan April, kami mulai melakukan penggantian aplikasi KSOP dengan Inaportnet untuk support BLE," ungkapnya.
"Namun aplikasi KSOP online tidak di shutdown, karena saat itu Inaportnet belum mengakomodir Pelra dan kapal di bawah 35 GT sekaligus layanan dokumen kapal juga masih menggunakan aplikasi ksopkhususbatam online,” tambahnya.
Dirlala menegaskan, meskipun ada 2 aplikasi berbeda namun fungsinya sama untuk mempermudah layanan dan transparansi data. Namun untuk kedua pelabuhan tersebut, saat ini pelayanan operasional sudah mulai hanya menggunakan Inaportnet.
"Dan tahun 2022 sudah full ke Inaportnet,” tutupnya.
Dampak RCEP Terhadap Ekspor Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok.
- VoxPop/Muhamad Solihin
Seperti diketahui, Inaportnet adalah sistem informasi layanan secara elektronik berbasis internet yang terpusat. Serta, mengkolaborasikan standar pelayanan operasional pelabuhan untuk melayani kegiatan kapal dan barang di pelabuhan.
Penerapan Inaportnet di pelabuhan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar dapat berjalan cepat, valid, transparan dan terstandar. Tujuan adanya digitalisasi pelabuhan ini adalah menurunkan biaya logistik dengan memangkas biaya operasional sehingga dapat menciptakan biaya yang optimal.
