Kolaborasi RI-Swedia untuk Iklim Demi Pembangunan Berkelanjutan

Duta Besar Republik Indonesia untuk Swedia, Kamapradipta Isnomo.
Sumber :
  • Tangkapan layar.

Marina menjelaskan, baik Swedia dan Indonesia akan sama-sama menjajaki kemitraan di lima area, dalam kerangka kerja sama di SISP 2021 tersebut.

img_title OJK dan Inggris Bentuk Kelompok Kerja untuk Pembiayaan Iklim, Ini Tujuannya

"Yakni di bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Lapangan Kerja, Transportasi Cerdas, Energi Terbarukan, Ekonomi Biru, dan Industri 4.0," kata Marina dalam telekonferensi, Senin 22 November 2021.

Marina menambahkan, SISP 2021 yang diselenggarakan oleh tim dari Swedia ini merupakan wadah bagi para pemimpin, baik dari sisi pemerintah, akademisi, dan sektor swasta di beberapa bidang, untuk bertemu secara virtual dan berbagi pengalaman mereka dalam bidang-bidang secara keberlanjutan.

img_title Publik Diminta Tidak Telan Mentah Narasi di Medsos Tapi Baca Dulu Naskah Kerjasama RI-AS

Dia menjelaskan, pekan SISP 2021 yang akan diadakan dari 22 hingga 26 November 2021 ini, adalah kelanjutan dari Pekan SISP pertama pada 2020 yang digelar demi memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia.

"Melalui diskusi SISP tahun lalu, kedua negara telah mengakui pentingnya kerja sama untuk transisi hijau dan pemulihan pascaCOVID-19," ujar Marina.

img_title Pengusaha RI-AS Teken Belasan Kerja Sama Disaksikan Prabowo, Ini Daftarnya

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 telah memberi dampak bagi semua masyarakat dan perekonomian global. Pada saat yang sama, lanjut Marina, perubahan iklim pun dinilai tidak akan kunjung membaik tanpa adanya intervensi dari masyarakat global.

"Sekarang lah waktunya untuk memikirkan kembali pembangunan. Kita harus bekerja sama untuk mengatasi pandemi ini, dan kita perlu memastikan pemulihan yang lebih kuat, lebih hijau, dan berkelanjutan untuk semua," ujarnya.

Bendera China.

3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

China menyoroti tiga tantangan utama tata kelola iklim global, yaitu rivalitas geopolitik, kekosongan kepemimpinan dan beban ganda yang dihadapi negara berkembang

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut