Pertamina Hulu Mahakam Perkenalkan Pertakultur Ramah Lingkungan

Program Pertanian 4.0 Pertamina Hulu Mahakam.
Sumber :
  • VoxPop/Dusep Malik

VoxPop – Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah Kerja Kalimantan, PT Pertamina Hulu Mahakam atau PHM perkenalkan pertanian pertakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

img_title Pertamina Patra Niaga Kasih Bukti Kualitas Produk Lokal Indonesia Berdaya Saing Tinggi

Teknik pertanian baru ini menerapkan pemanfaatan bahan dan alat pertanian yang diproduksi sendiri oleh kelompok tani di sekitar wilayah kerja PHM. Program ini membantu ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja.

PHM menyebut program ini masuk dalam Program Petani Maju 4.0 di Handil Baru Barat, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sehingga dapat menjadi rujukan dan wilayah percontohan agrowisata ramah lingkungan.

img_title Kapal Tanker Pertamina Jadi Penyelamat, 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi Selamat

Baca juga: Pamer Payudara di YIA, Reuni 212 hingga Mimpi Ketemu Rasulullah

Head of Communication, Relations & CID PHM, Frans Alexander A Hukom mengatakan saat ini PHM membina sebanyak dua kelompok tani yang menguasai pengetahuan bertani dengan teknik pertakultur. 

img_title MyPertamina Sediakan Edukasi hingga Layanan Produk Gratis di GIIAS 2026

Contohnya, kata dia adalah limbah pertanian dan peternakan diolah menjadi pupuk organik dan secara mandiri telah mampu memproduksi pupuk organik cair (PCO) hingga 500 liter per bulan.

PCO ini juga digunakan untuk pemupukan dalam proses penyemaian tumbuhan langka di greenhouse BSP untuk mendukung program keanekaragaman hayati. Kelompok petani binaan ini juga dilatih memproduksi media tanam secara mandiri, yang kini mencapai 300 kg per bulan.

"Dari kedua material pendukung tersebut, kelompok tani saat ini bisa mendapatkan tambahan penghasilan hingga Rp9,6 juta per tahun," ungkap Frans kepada media, di Samboja, Kalimantan Timur, Jumat 3 Desember 2021.

PHM sendiri telah menginisiasi Program Petani Maju 4.0 sejak 2018 karena perusahaan telah mengidentifikasi berbagai persoalan terkait pengelolaan lahan tersebut. 

Program ini dimulai dengan membuat pemetaan sosial dan identifikasi wilayah, dilanjutkan pembentukan kelompok tani. Saat ini, program ini ada pada tahapan penguatan dan pengembangan di mana PHM aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kader pemuda dan wanita tani.

"Harapannya, pada 2022, program Petani Maju 4.0 dapat menjadi rujukan dan wilayah percontohan agrowisata ramah lingkungan di wilayah Kutai Kartanegara," katanya.

Adapun, kelompok petani di Samboja kini juga memasok kebutuhan sayur mayur dan buah buahan yang mereka hasilkan untuk katering PHM melalui kontraktor perusahaan jasa katering yang melayani PHM di fasilitas BSP. Pengiriman perdana produk pertanian itu berlangsung pada 5 Agustus 2020 lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut