AP I Punya Utang Jumbo Rp32 Triliun, Dirut Buka-bukaan Rinciannya

Angkasa Pura Airport.
Sumber :
  • Antara/ Eric Ireng

VoxPop – Pandemi menghantam kinerja bisnis di semua sektor, tak terkecuali industri penerbangan salah satunya pengelolaan bandara. Hal itu kini dialami perusahaan BUMN Angkasa Pura I, yang mecatatkan utang jumbo pada tahun ini.

img_title Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, total utang perusahaan sampai September 2021 mencapai sebesar Rp32 triliun. Dengan rincian, kewajiban bayar kepada kreditur dan investor sebesar Rp28 triliun, serta kewajiban karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.

"Sehingga total kewajiban kita sekitar Rp32,7 triliun," kata Faik dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Kamis, 9 Desember 2021.

img_title BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

Ilustrasi utang.

Photo :
  • Pixabay/Stevepb

Meski demikian, Faik memastikan bahwa utang AP I itu digunakan untuk kepentingan perusahaan. Terutama, dalam hal meningkatkan aset perusahaan.

img_title Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

"Utang itu larinya ke aset, jadi AP I ini juga meningkat signifikan asetnya," ujar Faik.

Dia pun merinci bahwa pada tahun 2017 lalu, total aset AP I yakni sebesar Rp24,7 triliun. Namun sampai pada tahun 2022 mendatang, total aset AP I diperkirakan akan mencapai Rp47,3 triliun.

"Jadi asetnya meningkat lebih dari sekitar Rp23 triliun dalam rentang periode empat sampai lima tahun," ujarnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria

Utang Whoosh Diambil Alih Kemenkeu, Purbaya Jamin Tak Akan Bebani APBN

Hasil pertemuan itu memutuskan bahwa utang Whoosh dialihkan ke Kemenkeu, dimana proses pengalihannya ditargetkan rampung pada sekitar tengah September 2026 mendatang.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut