Sri Mulyani Ungkap 'Kontraksi Dalam' Belanja Modal Januari 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • istimewa

VoxPop – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dalam hal belanja modal pada Januari 2022, terdapat fenomena yang sangat menarik yang mengesankan adanya kontraksi yang cukup dalam.

img_title Meski TKD Turun, Purbaya Pastikan Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik

Hal itu menurutnya terjadi akibat adanya lonjakan belanja modal yang sangat tinggi pada Januari 2021, yang mencapai hingga Rp11,9 triliun.

"Karena pada tahun 2020 Kementerian PUPR melakukan banyak sekali refocusing dan juga belanja-belanja yang ditunda, yang kemudian belanjanya dibayarkan pada awal 2021," kata Sri Mulyani dalam telekonferensi di konferensi pers 'APBN KITA edisi Februari 2022', Selasa 22 Februari 2022.

img_title Purbaya Laporkan APBN Defisit Rp 321,6 Triliun Per Agustus 2025

Baca juga: Tiga Pengeroyok Ketua DPP KNPI Haris Pertama Ditangkap, Dua Buron

Menkeu menjelaskan belanja-belanja itu adalah belanja-belanja Kementerian PUPR yang menyangkut pekerjaan fisik seperti jalan, jaringan, dan irigasi. Sehingga, dengan adanya refocusing dan penundaan belanja dari 2020 ke 2021 tersebut, maka pada Januari 2021 terjadi lonjakan belanja modal yang sangat tinggi hingga mencapai Rp11,9 triliun.

img_title Efisiensi Anggaran Lanjut di 2026, Kemenkeu Fokus Kendalikan Belanja Birokrasi

Namun pada Januari 2022 ini, karena pada Januari 2021 pelaksanaan belanjanya relatif normal dan tidak terjadi pergeseran atau refocusing anggaran yang dalam, maka belanja Kementerian PUPR Januari 2022 tetap atau kembali ke pola normal.

Di mana, jika dilihat sebelum terjadinya pandemi COVID-19 belanja modal biasanya berkisar pada kisaran di bawah Rp2 triliun, maka di tahun ini belanja modalnya mencapai Rp2,4 triliun.

Suasana saat progres proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Photo :
  • ANTARA FOTO/FB Anggoro

"Jadi memang kondisinya terjadi kontraksi yang sangat dalam, karena pada Januari 2021 situasinya sangat tidak biasa," ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, dari sisi perawatan dan mesin yang pada 2021 lalu mencapai Rp2,9 triliun, tahun ini hanya sebesar Rp1,2 triliun. Apalagi, belanja Kementerian PUPR yang paling besar, yakni untuk pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan, tahun lalu mencapai Rp8,6 triliun namun tahun ini hanya Rp1 triliun.

"Jadi untuk belanja modal memang terlihat seolah-olah terjadi kontraksi, namun sebetulnya adalah normalisasi dari pola belanja Kementerian/Lembaga," ujarnya.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Melemah Seiring Melambatnya Belanja Pemerintah di 2025

Di pasar spot hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di level Rp 16.594 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp 16.584 per dolar AS.

img_title
VoxPop.co.id
7 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut