Digempur Rusia Habis-habisan, Ini Fakta Kekayaan dan Ekonomi Ukraina
- ANTARA FOTO/REUTERS/Valentyn Ogirenko/rwa
VoxPop – Memasuki hari kelima invasi Rusia ke Ukraina, pasukan Beruang Merah itu masih belum juga menembus pinggiran Ibu Kota Kiev. Dalam pertempuran itu Rusia menembakkan pasukan Ukraina dari segala arah.
Perang dua negara yang dimulai akibat dari isu Ukraina yang ingin masuk menjadi anggota NATO dan ketidaknyamanan Rusia atas keamanan negaranya menjadi yang terbesar setelah sebelumnya sering bersitegang.
Akibat ketegangan tersebut tercatat beberapa kali membuat ekonomi dari negara yang memiliki kekayaan melimpah tersebut terperosok ke jurang resesi dan mengalami kemunduran ekonomi.
Dilansir VoxPop dari Buku Fakta Dunia Central Intelligence Agency (CIA) yang telah diupdate pada 16 Februari 2022 menjelaskan bahwa Ukraina usai merdeka pada Agustus 1991 memiliki ekonomi yang turun naik.
Tercatat ekonomi Ukraina sempat tumbuh cukup baik dari 1991-1999, lalu pada 2000 hingga pertengahan 2008, ekonomi Ukraina tetap hidup di tengah gejolak politik antara perdana menteri dan presiden.
Akibat gejolak politik itu ekonomi Ukraina mengalami kontraksi 15 persen pada 2009. Kemudian, April 2010, Ukraina merundingkan diskon harga impor gas Rusia sebagai imbalan memperpanjang sewa pangkalan Rusia di Krimea.
Tapi, sesudah itu ekonomi Ukraina yang didominasi oligarki tumbuh lambat dari 2010 hingga 2013. Dan semakin parah masuk ke dalam krisis setelah aneksasi Rusia atas Krimea.
Akibat aneksasi Rusia atas Krimea ekonomi Ukraina saat itu turun hingga 17 persen, lalu inflasi meningkat hingga 60 persen dan cadangan devisa semakin menipis.
Tak sampai di situ, pendudukan Rusia atas Krimea pada Maret 2014 dan agresi Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina timur telah merusak pertumbuhan ekonomi.
Tank-tank milik tentara Rusia di perbatasan Ukraina
- Dailymail (video)
Tercatat sebagian besar industri berat Ukraina di Donbas dan kekerasan yang berkelanjutan membuat ekonomi mengalami kontraksi sebesar 6,6 persen pada 2014 dan 9,8 persen pada 2015. Kemudian kembali ke pertumbuhan rendah pada 2016 sebesar 2,3 persen dan 2017 sebesar 2 persen
Seringnya ketegangan yang berlangsung dengan Rusia akhirnya membuat Ukraina mengalihkan aktivitas perdagangan ke Uni Eropa. Terlebih adanya Perjanjian Perdagangan Bebas yang Mendalam dan Komprehensif bilateral, menggusur Rusia sebagai mitra dagang terbesarnya.
Perlu diketahui, Ukraina adalah negara dengan komponen ekonomi terbaik dari pecahan Uni Soviet. Tanah hitamnya yang subur menyumbang lebih dari seperempat hasil pertanian Uni Soviet.
