BPS Ungkap Dampak Perang Rusia-Ukraina bagi Neraca Perdagangan RI
- VoxPop/M Ali Wafa
Kemudian di periode Januari-Februari 2022, komposisi impornya masih sama dengan tahun 2021 yakni besi dan baja senilai US$135 juta, pupuk sebesar US$95,6 juta, dan bahan bakar mineral sebesar US$63,9 juta.
Sementara dengan Ukraina, ekspor utama Indonesia utamanya berupa lemak minyak hewan nabati yang pada tahun 2021 sebesar US$368,7 juta, kemudian kertas atau karton sebesar US$5,6 juta, dan alas kaki sebesar US$5,1 juta. Pada Januari-Februari 2022, ekspor Indonesia ke Ukraina komposisinya kurang lebih sama, yakni lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$20,5 juta, kemudian kertas atau karton sebesar US$1,4 juta, dan alas kaki sebesar US$1,1 juta.
Sedangkan impor dari Ukraina selama 2021 terbesarnya adalah Serelia sebesar US$946,5 juta, kemudian besi dan baja sebesar US$53,5 juta, dan mesin dan peralatan mekanis sebesar US$10,9 juta.
"Pada Januari-Februari 2022 ini, komposisinya juga masih sama yakni Serealia sebesar US$15,7 juta, besi dan baja sebesar US$15 juta, dan mesin dan peralatan mekanis sebesar US$0,2 juta," ujarnya.
