Bantah Bank Mandiri, Dirut Titan: Agunan Lebih Besar dari Nilai Utang

Ilustrasi utang.
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop Bisnis – Direktur Utama PT Titan Infra Energy, Darwan Siregar menilai, pernyataan Vice President Corporate Communication Bank Mandiri, Ricky Andriano, tidak dilandasi fakta. Sebelumnya, Ricky menyebut bahwa utang Titan sebesar US$450 juta kepada para kreditur sindikasi, belum jelas penyelesaiannya.

img_title Tes Insolvensi Wajib Dinilai Mampu Lindungi Perusahaan Sehat dari Pailit Prematur, Begini Penjelasannya

Darwan pun merujuk pada data yang ada, dari korespondensi antara Titan dan Kreditur Sindikasi. Di mana, selama dua tahun ini Titan terus berupaya mengajukan restrukturisasi dan penjualan asset, demi kelancaran pengembalian fasilitas sindikasi. 

"Sayangnya sampai dengan saat ini Kreditur Sindikasi belum memberikan tanggapan positif terkait proposal-proposal restrukturisasi yang diajukan," kata Darwan dalam keterangannya, Selasa 5 Juli 2022.

img_title Kata Bos BGN soal Utang Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga

Baca juga: Penampakan Progres Konstruksi Jalan Tol yang Dibuat dari Bambu

Darwan menambahkan, pernyataan Bank Mandiri yang menyebut para kreditur masih belum menerima proposal restrukturisasi kredit yang dijanjikan Titan, sebagai informasi yang menyesatkan karena tidak dilandasi dengan fakta yang sebenarnya. 

img_title Purbaya Jamin Penyelesaian Utang Whoosh Tak Bebani APBN, Ini Alternatif Pendanaannya

Pasalnya, sejak 2020 hingga saat ini, Titan sudah tiga kali mengajukan proposal restrukturisasi. Terakhir yakni pada 18 Januari 2022, namun hingga kini belum mendapatkan respons yang jelas dan konkrit. Karena itu, Titan tetap akan kembali mengirimkan proposal restrukturisasi.
  
Darwan mengatakan, selama proses permohonan restrukturisasi yang dilakukan dalam periode 2021, Titan tetap melakukan pembayaran kepada Kreditur Sindikasi sekurangnya US$46.446.198.

Bank Mandiri Pusat

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Begitu juga selama semester I-2022, Titan telah melakukan pembayaran kepada Kreditur Sindikasi sekurangnya US$35.125.382. Seluruh pembayaran tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang diatur dalam CAMA, yakni dengan pendebetan yang dilakukan oleh Bank Mandiri selaku Agen Fasilitas. 

"Bagaimana mungkin pembayaran sebesar itu yang dilakukan melalui rekening Bank Mandiri dan pelaksanaan pendebetan dilakukan oleh Agen Fasilitas yang notabene adalah juga Bank Mandiri, namun disebutkan bahwa PT Titan Infra Energy tidak melakukan pembayaran apapun," ujar Darwan.

"Karena itu, pernyataan bahwa Titan mencicil utangnya sejak Februari 2020 dan oleh karenanya dianggap macet, jelas pembohongan publik dan memiliki tendensi tertentu yang tidak sepatutnya dilakukan," ujarnya.

Ilustrasi shio Tikus

Utang Karma Besar, 4 Shio Ini Disebut Sukses Lebih Lambat tetapi Rezekinya Bisa Melimpah

Ada empat shio dalam astrologi Tiongkok yang dipercaya membawa 'utang karma' besar yang sebabkan kesuksesan mereka lebih lambat dibandingkan orang lain

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut