BI Ungkap Aset Kripto Picu Percepatan Mata Uang Digital Bank Sentral

Logo Bank Indonesia.
Sumber :
  • VivaNews/ Nur Farida

VoxPop Bisnis – Pandemi COVID-19 dan munculnya aset kripto telah memicu percepatan penyusunan regulasi Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital bank sentral di beberapa negara. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni Primanto Joewono.

img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

Saat ini mayoritas Bank Sentral dunia tengah mulai melakukan tahapan riset dan percobaan CBDC yang sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing.

“Pandemi COVID-19 dan munculnya aset kripto telah mempercepat pengerjaan CBDC. Beberapa negara saya pikir mereka berada di tengah-tengah penelitian dan pengujian dan hanya sedikit yang telah mengeluarkan CBDC ke publik umum,” ujar Doni pada side event rangkaian G20 Finance Track Finance and Central Bank Deputies (FCBD) dan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG), di Bali International Convention Center, Selasa 12 Juli 2022.

img_title Bank Indonesia Dorong UMKM Berdaya Saing Global, Sambal Mantu Perluas Pasar hingga Mancanegara

Bitcoin, Etherium, dan aset kripto.

Photo :
  • Pixabay

Perlu diketahui, CBDC merupakan mata uang digital yang nantinya akan dikeluarkan oleh Bank Sentral dari masing-masing negara.

img_title DPR soal Pengganti Perry Warjiyo: Harus Independen, Tak Ada Pengaruh Politik

Doni pun ini meminta dukungan dan masukan dari industri sebab itu penting bagi Bank Sentral dalam merencanakan desain CBDC. Selain itu, dalam penyusunan regulasi ini akan dilakukan secara hati-hati dan mempelajari kemungkinan dampak dari CBDC tersebut. Termasuk Indonesia dalam hal ini BI.

“Bank Indonesia terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan digital rupiah,” terangnya.

Doni menjelaskan, penerbitan CBDC juga dilakukan pada enam tujuan. Pertama, menyediakan alat pembayaran digital yang risk-free menggunakan central bank money. Kedua, memitigasi risiko non-sovereign digital currency.

Kemudian ketiga, memperluas efisiensi dan tahapan sistem pembayaran, termasuk cross border, keempat memperluas dan mempercepat inklusi keuangan, kelima menyediakan instrumen kebijakan moneter baru, dan keenam memfasilitasi distribusi fiscal subsidy.

Aset kripto.

Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan bahwa pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya bangun ekoisistem kripto.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut