Bos OJK Beberkan Potensi Besar Perdagangan Karbon di Indonesia

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.
Sumber :
  • Tangkapan layar Anisa Aulia/ VoxPop.

VoxPop Bisnis – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyebutkan, penetapan pajak karbon sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim. Sebab melalui, perdagangan karbon RI mampu meraup pendapatan negara senilai US$565 miliar.

img_title Capai Rp 9.080,9 Triliun, Bos OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 12,67% Per Juni 2026

Mahendra mengatakan, dengan penetapan harga karbon akan mampu mengatasi perubahan iklim. Karena dengan itu akan memberikan insentif untuk mengurangi emisi, dan menghasilkan lebih dari batas yang ditoleransi.

"Hingga April 2022, 68 instrumen penetapan harga karbon termasuk pajak karbon dan skema perdagangan emisi telah dikembangkan secara global. Meskipun cakupan masih rendah, di sinilah Indonesia bisa menabung. Dan memanfaatkan keunggulan sebagai pemimpin untuk memberikan alternatif pembiayaan bagi sektor rill," kata Mahendra dalam International Seminar on Carbon Trade 2022, Selasa, 27 September 2022.

img_title Mengenal Sistem Asuransi Digital di Indonesia, Cara Kerja, Aturan Resmi, hingga Perkembangannya

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin di kawasan. Hal itu karena Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia, dengan luas 125 juta hektare. Dan diperkirakan mampu menyerap emisi karbon sebesar 25 miliar ton.

Ketua OJK, Mahendra Siregar.

Photo :
  • VoxPop/Anisa Aulia
img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

"Dengan potensi penyerapan karbon yang lebih besar. Berdasarkan angka-angka ini saja Indonesia dapat menghasilkan pendapatan senilai US$565 miliar dari perdagangan karbon," ujarnya.

Sementara itu, penerapan pajak karbon di Indonesia terus mengalami penundaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penundaan dikarenakan masih membutuhkan waktu untuk mematangkan penerapan tersebut.

Sri Mulyani atau Ani sapaan akrabnya menuturkan, itu dikarenakan saat ini posisi Indonesia masih dalam kerentanan dan pemulihan yang masih lemah. Diakibatkan oleh pandemi serta konflik geopolitik.

"Rencana kegiatan (pajak karbon) ini terus membutuhkan kalibrasi karena adanya kerentanan. Dan juga pemulihan yang masih lemah karena pandemi dan sekarang dihantam oleh krisis energi dan pangan," ungkap Ani.

Ketua DK OJK Mahendra Siregar.

Photo :
  • Anisa Aulia/VoxPop.

Berdasarkan catatan VoxPop Bisnis pelaksanaan implementasi pajak karbon terus mengalami penundaan. Karena mulanya penerapan itu akan dilaksanakan pada 1 April 2022.

Namun, penerapan itu tidak jadi dilakukan dan dijadwalkan akan diterapkan di 1 Juli 2022. Akan tetapi implementasi itu kembali lagi ditunda.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Sektor Keuangan RI Terjaga, Bos OJK Tetap Waspadai Beragam Potensi Imbas Ketidakpastian Global

Kiki menegaskan, OJK akan tetap mewaspadai berbagai potensi di balik kembali meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah, imbas gagalnya gencatan senjata Iran-AS.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut