Arcandra Bongkar 'Rahasia' Singapura Bisa Jadi Pusat Perdagangan Minyak Dunia
- unsplash,com
Menurut Arcandra, permintaan saja tidak cukup untuk mempercepat pembangunan kilang di Singapura. Yang menjadi kunci utamanya adalah adanya insentif pajak yang diberikan negara kepada investor yang membangun kilang ini.
"Apa saja insentif pajak tersebut? Negara membebaskan pajak selama 5 tahun pertama beroperasi. Pelaku usaha tentu paham dengan manfaat insentif pajak ini. Salah satunya adalah pengembalian modal akan jauh lebih cepat sehingga keekonomian proyek menjadi sangat baik," kata dia.
Pusat Perdagangan BBM di Singapura dan Hubungannya dengan Jepang
Arcandra melanjutkan, setelah semua peran sebagai pusat distribusi BBM di Asia tercapai dan terjadi beberapa kali harga minyak yang jatuh dalam, Singapura melihat peluang lain untuk memajukan sektor energi mereka. Singapura membangun pusat perdagangan minyak dunia di Singapura.
"Sampai pertengahan tahu 1980-an, pusat perdagangan BBM sudah terbentuk di Singapura. Namun pusat perdagangan minyak mentah (crude) masih dipegang oleh Tokyo. Dengan tingginya biaya untuk berbisnis di Tokyo waktu itu dan diperparah oleh sulitnya mendapatkan likuiditas (uang) dari Bank, maka pusat perdagangan minyak mentah perlahan berpindah ke Singapura," paparnya.
Menurut Arcandra, ada beberapa hal lain yang mempercepat penyatuan dua pusat perdagangan tersebut.
"Yang paling utama adalah campur tangan pemerintah Singapura untuk kembali memberikan insentif pajak. Apa itu? Aktivitas perdagangan minyak dan BBM hanya dikenakan pajak 10%. Dengan kebijakan ini, ditambah dengan kemudahan dan kepastian berusaha maka berbondong-bondonglah trader pindah ke Singapura," ujar Komisaris Utama PT PGN itu.
Kesulitan dalam hal likuiditas di Tokyo, lanjut Arcandra, mampu dicarikan jalan keluarnya di Singapura.
"Di sini terlihat campur tangan pemerintah Singapura menjadi kunci utama dalam pembangunan sektor energi. Pemerintah jeli melihat peluang dan mengeksekusi dengan baik lewat kebijakan yang tepat," katanya.
Untuk itu, Arcandra menjelaskan, kesuksesan kebijakan di satu sektor tergantung juga dari dukungan dari sektor lain terutama sektor keuangan dan perpajakan.
"Indahnya sebuah sinergi. Dari ekosistem yang terbentuk di bidang perdagangan minyak dan BBM, lahirlah pusat perdagangan komoditi lain seperti bahan tambang dan mineral. Selanjutnya kita menjadi saksi, tumbuhlah Singapura menjadi pusat industri keuangan, IT dan pendidikan," katanya.
