Jokowi: Jika Pemerintah Dibilang Tidak Peduli UMKM, Keliru Besar

Presiden Jokowi Berbincang Dengan Pedagang Saat Sidak PPKM Mikro Jakarta
Sumber :
  • Agus Suparto/ Fotografer Presiden

VoxPop Bisnis – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah telah memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jumlah nasabah di PT. Permodalan Nasional Mandiri Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) 13,5 juta orang.

img_title BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK 2, Tawarkan Beragam Promo Menarik Miliki Rumah atau Kendaraan Baru

"Saya bicara dengan Dirut PNM Mekaar yang pinjamannya Rp1 juta, Rp2 juta, Rp3 juta, Rp5 juta. Waktu kita mulai 2016, itu nasabahnya mungkin baru 500 ribu orang. Hari ini sudah mencapai 13,5 juta orang," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 19 Desember 2022.

Maka dari itu, Jokowi mengatakan keliru apabila ada yang menyebut pemerintah kurang peduli terhadap pelaku usaha mikro dan kecil menengah. Justru, kata dia, pemerintah begitu besar kepeduliannya kepada pelaku UKM.

img_title Mendag Budi Santoso Tekankan Perlindungan Kekayaan Intelektual Jadi Kunci Produk Indonesia Tembus Pasar Global

Presiden Jokowi saat peluncuran PPh Final 0,5 Persen untuk UMKM.

Photo :
  • Biro Pers Istana

"Jangan sampai ada pendapat yang mengatakan pemerintah tidak perhatian kepada yang mikro yang kecil-kecil--keliru besar sekali. Dari 500 ribu sekarang sudah 13,5 juta. Target saya untuk masuk 2024 mencapai diatas 20 juta," katanya.

img_title Perkuat Penyaluran Kredit Berkualitas Dorong Sektor Riil, BRI Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara

Jokowi mendalami siapa saja nasabah yang melakukan pinjaman tersebut. Ternyata, hampir 90 persen penerimanya itu ibu-ibu yang digunakan uangnya untuk jualan seperti gorengan, mi instan, jualan di pasar, dan usaha-usaha produktif semuanya.

Kelompok usaha seperti itulah yang, menurut Jokowi, ingin dijangkau oleh PNM Mekaar. Jika mereka lulus masuk PNM Mekaar dan dinilai baik, mereka masuk kategori yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Artinya, kata Jokowi, nanti didorong untuk ke BRI dan BNI agar plafon kreditnya bisa lebih besar. Pasti dari 13,5 juta itu ada sekian ribu yang bisa kelas setiap tahunnya. Nah, memang jenjangnya seperti itu.

"Jangan sampai kita usahanya jualan gorengan, pinjamannya dipinjami Rp100 juta. Malah jadi barang-barang konsumtif yag menjadi tidak produktif. Inilah jenjang-jenjang yang harus dilalui," ungkapnya.

Ilustrasi UMKM.

Photo :

KUR Klaster

Jokowi menyebut KUR totalnya sudah 39,4 juta UKM yang memanfaatkan ini. Saat ini, ia mengaku senang karena ada model KUR Klaster. "Saya senang sekarang ada model KUR klaster ini, benar memang harus diklasterkan,” ucapnya. 

Menurut dia, model KUR klaster dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku UMKM dengan adanya kejelasan mulai dari produksi hingga sampai ke tangan konsumen. Disisi lain, model KUR klaster memudahkan bank atau lembaga non bank lainnya dalam mengelola pinjaman per klaster. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut