Harga Rumah Subsidi Naik di 2023, Rumah.com Ungkap Pemicunya

Foto udara pembangunan rumah bersubsidi.
Sumber :
  • Muhammad Solihin

VoxPop Bisnis – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipastikan bakal melakukan penyesuaian untuk patokan harga rumah subsidi di tahun 2023. Saat ini, aturan teknisnya pun masih digodok oleh Kementerian Keuangan, guna menetapkan batasan harga yang akan mendapatkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

img_title Danantara Housing Expo 2026, PP Properti Tawarkan 8 Proyek Hunian Berkelanjutan

Saat dikonfirmasi, Country Manager Rumah.com, Marine Novita menjelaskan, wacana kenaikan harga rumah subsidi itu sejalan dengan parameter dan data yang dimiliki pihaknya, melalui laporan Indonesia Property Market Index Q4 2022.

Data itu merupakan hasil dari analisis terhadap 700.000 listing properti dari seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 17 juta halaman Rumah.com yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

img_title Lixil Dorong Transformasi Lanskap Arsitektur Nasional Lebih Berkelanjutan

"Tercatat harga rumah tapak mengalami kenaikan 5,8 persen secara tahunan," kata Marine, Selasa, 24 Januari 2023.

Country Manager Rumah.com Marine Novita.

Photo :
  • Dokumentasi Rumah.com.
img_title MenPANRB Buka Peluang Rekrutmen CPNS 2026, Jadwal dan Formasi Masih Dihitung Bersama Kemenkeu

Data tersebut juga mencatat, pencarian properti di sepanjang 2022 didominasi oleh pencarian properti kelas menengah atas, atau sekitar 56 persen dari total pencarian dengan harga mulai dari Rp 1 miliar.

"Sementara pencarian properti dengan harga di bawah Rp 300 juta semakin menurun," ujarnya.

Marine menambahkan, secara umum harga rumah memang meningkat, apalagi ditambah dengan kenaikan harga bahan baku dan biaya modal. Para pengembang properti juga sudah kerap melaporkan dan mengeluhkan naiknya ongkos produksi, yang berimbas pada kenaikan harga properti.

Apalagi, kenaikan harga bahan konstruksi bangunan ini hanya salah satu faktor penyebab, dari kenaikan indeks harga properti tersebut.

"Setidaknya ada dua faktor lain yang mempengaruhi kenaikan indeks tersebut. Pertama adalah permintaan terhadap properti yang juga meningkat selama tiga kuartal terakhir seiring pulihnya ekonomi dari pandemi dan selesainya beberapa infrastruktur yang memudahkan akses pemukiman," kata Marine.

"Sementara faktor kedua adalah suku bunga perbankan di mana suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) per Desember 2022 sebesar 5,50 persen," ujarnya.

Diketahui, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur harga rumah subsidi, nantinya akan memberi kepastian soal pembebasan biaya PPN bagi pembeli rumah subsidi. Dengan pembebasan PPN, diharapkan akan bisa membantu masyarakat, apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang menjadi target pasar rumah subsidi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut